“The Long Walk” Drama Kompetisi Yang Mematikan
Berkisah, Long Walk adalah kompetisi tahunan yang diadakan di Amerika saat krisis ekonomi dan peperangan melanda. Pesertanya adalah para pemuda pilihan yang mewakili negara bagian, untuk mendapatkan hadiah uang yang sangat menggiurkan. Kompetisi ini di inisiasi oleh Mayor (Mark Hamill) pimpinan militer yang terkenal otoriter dan sangat berkuasa. Mereka berlompa berjalan sejauh ratusan kilometer dengan kecepatan yang ditentukan, tidak kurang tidak lebih selama beberapa hari tanpa istirahat. Sampai ditemukan 1 orang pemenang. Kompetisi tahun ini diikuti oleh puluhan pemuda yang datang dengan berbagai impian.
Raymond Garraty (Cooper Hoffman) yang melawan ibunya untuk berikeras mengikuti kompetisi ini, memiliki misi berbeda. Selain ingin mendapat hadiah untuk memperbaiki ekonomi keluarga, ia juga ingin membunuh sang Mayor dari jarak dekat, karena petinggi milter ini pernah mengeksekusi ayahnya. Akan tetapi kompetisi ini berjalan sangat mencekam, setiap pelanggar aturan di diskualisasi dengan ditembak langsung secara brutal. Hal ini tentunya memukul mental peserta lainnya, dimana tiap hari ada yang dieksekusi dengan cara kejam karena pelanggaran tersebut. Hingga tersisa Raymond Garraty dan sahabat seperjalannya Peter McVries (David Jonsson). Dengan mental dan emosinal terganggu, kedua sahabat ini harus menentukan siapa yang paling berhak menjadi juara.
Untuk urusan kisah-kisah mencekam, nama Stephen King sudah menjadi jaminan. Ide dari penulis ini memang kadang diluar perkiraan. Sebuah kompetisi gerak jalan, dibesut menjadi ajang pembantaian. Film ini lebih mengarah ke psikologi thriller, dimana mental yang diserang, tampa adanya sosok yang menakutkan disana. Inilah yang menjadi kekuatan cerita di kisah ini. Walaupun ada juga adegan penembakan yang terkesan brutal, dihadirkan dengan visual yang ditail saat peluru menembus tubuh atau kepala manusia.
Belum lagi, kemampuan sang penulis skenario yang bisa menjadikan obrolan yang biasa dilakukan sehari-hari, menjadi sebuah obrolan yang menjengkelkan atau yang mengancam di tengah tekanan metal para peserta Long Walk. Apalagi obrolan yang dihadirkan ini bergaya slank yang terkesan kasar. Lebih menarik lagi, berbagai karakter peserta yang kontradiktif juga sukses membangun suasana lebih tegang dan mencekam. Walaupun persilihan diantaranya hanya berbentuk verbal.
Rupanya naskah dan kisah di film ini memang sengaja menjungkir-balikan emosional penonton, dengan berbagai kisah yang terasa diluar nalar. Mencampurkan kisah drama, haru, menakutkan hingga komedi. Harapan tinggi para peserta yang kebanyakan berasal dari masa lalu yang tidak baik-baik saja, ternyata harus berhadapan dengan kenyataan yang bisa jadi lebih kejam dari masa lalu mereka. Tapi semuanya sudah terlanjur, mereka harus terus berjalan dan kompetisi tidak bisa dibatalkan.
Apalagi sang sutradara berhasil mengambil sudut pandang karakter psikologis para peserta secara ditail. Tak banyak sosok pasukan bersenjata yang ditampilkan, tapi emosi dari mimik para tokoh yang banyak berbicara di film ini. Kebanyakan menampilkan visual jalan raya panjang dan sepi yang dilalui para peserta Long walk dengan 3 kendaraan militer pengiring. Bahkan Francis Lawrence juga menampilkan keindahan lanskap/pemadangan indah suasana pedesaan yang asri sebagai latar belakang. Dan hal ini menjadi sebuah ironi, pemandangan yang harusnya menenangkan justru berubah menjadi ladang pembantaian yang mencekam.
Film ini berakhir dengan ending yang sangat dramatis, ending yang dirasa jauh dari keinginan sebagian besar penonton. “The Long Walk” membuktikan, merasa tegang dan menjadi takut tak hanya datang dari sosok atau mahluk yang menyeramkan dan terkesan garang, tapi juga bisa datang dari sebuah kompetisi dengan aturan yang sangat tidak manusiawi dan diluar nalar. (sTr)
Jenis Film : Thriller
Sutradara : Francis Lawrence
Penulis : JT Mollner, Stephen King
Producer : Roy Lee, Steven Schneider, Francis Lawrence, Cameron MacConomy
Production : Lionsgate
Casts : Cooper Hoffman, David Jonsson, Garrett Wareing, Tut Nyuot, Charlie Plummer, Ben Wang, Roman Griffin Davis, Jordan Gonzalez, Joshua Odjick, Josh Hamilton, with Judy Greer, and Mark Hamill
STLS : D 17 tahun ke atas
Durasi : 108 menit
Jadwal tayang : 12 September 2025



.jpg)
Post a Comment