SIEMENTS Teriak Kritik Sosial di EP “House of Vultures”
![]() |
| SIEMENTS (istimewa) |
Jakarta, DJC – Termasuk pendatang baru, pengusung alternatif rock asal Tanggerang Selatan ini hadir dengan lirik yang tegas dan dibalut dengan alunan musik enerjik. Dibawah bendera Firefly records, baru saja SIEMENTS melepas “House of Vultures” yang merupakan EP ke-2 mereka. Band berawak Danes (lead vocal, lead guitar & producer), Dafa (semi-lead guitar), Syafiq (rhythm guitar), Azriel (bass), dan Fahmi (drum) ini menghadirkan 5 track yang memotret keresahan dan kritik sosial yang yang mereka rasakan di sekitarnya. Band ini memilih ‘98’ sebagai focus track untuk EP terbarunya ini. Lagu ini adalah representasi kisah politik kelam yang terjadi di tanah air pada tahun 1998 lalu.
“Kami mungkin belum lahir saat terjadinya peristiwa politik di tahun 1998. Tapi kami melihat ini merupakan kisah politik kelam yang sempat menjadi berita menghebohkan. Di lagu ‘98’ ini kami ingin mengingatkan bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi dan menjadi sebuah catatan hitam yang tak terlupakan”, ungkap Danes saat saat menggelar lauching EP ini, di sebuah café bilangan Senayan, Jakarta (28/11/25).
EP ini dibuka dengan sebuah lagu instrumental yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju “rumah” penuh konflik dan emosi yang ingin dihadirkan band ini. Dari sana, pendengar dibawa memasuki ruang-ruang gelap yang merefleksikan dunia yang bising dan penuh pertarungan, namun tetap menyisakan tempat bagi manusia untuk bertahan dan mencari arti. Identitas musikal SIEMENTS terdengar semakin matang melalui riff gitar tajam, dentuman drum agresif, dan lirik-lirik yang tegas. Di sela energi eksplosif tersebut, mereka tetap menghadirkan satu lagu mellow yang meregangkan atmosfer tanpa menghilangkan karakter keras band ini membuktikan eksplorasi emosional yang lebih luas dan keberanian mereka keluar dari zona nyaman.
“House of Vultures” menjadi tonggak penting yang menampilkan keberanian SIEMENTS mengubah keresahan menjadi pernyataan, sekaligus menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan dan mengekspresikan diri. EP ini juga sekaligus menjadi sebuah jouney menuju album penuh yang akan mereka rilis pada tahun depan. Dimana mereka akan tetap bersuara lantang dengan musik distortif yang menghentak untuk merepresentasikan gaya bermusik mereka.
Nama SIEMENTS merupakan sebuah singkatan dari Sonic Insanity Interpreting Massive Noises and True Sound. Entitas ini sendiri merupakan proyek musik rock alternatif yang terbentuk pada pertengahan 2024 lalu. Dengan nuansa musik yang energetic, chaotic, dan sinematik, SIEMENTS memadukan riff tajam, produksi penuh emosi, serta lirik yang menggambarkan realitas kehidupan urban masa kini.
SIEMENTS sebelumnya telah merilis EP debut “Parabellum” pada 22 November 2024 secara indie. Perjalanan bermusik band ini dimulai dari berbagai panggung kecil hingga panggung yang lebih besar. Dengan menghadirkan energi panggung yang eksplosif dan kejujuran dalam karya, menegaskan posisi SIEMENTS sebagai kekuatan baru di skena rock Indonesia. (sTr)



Post a Comment