“Greenland: Migration” Perjuangan Mematikan Menemukan Rumah Baru
Jakarta, DJC – Membuat sekuel dari film sukses, bukanlah hal yang baru. Apalagi jika sekuel-nya menghadirkan ketegangan yang yang lebih seru jika dibandingkan film terdahulunya. Seperti film “Greenland” (2020) yang cukup sukses, kini dibuat sekuelnya “Greenland: Migration” sebagai kelanjutan kisah kehancuran dunia dari film sebelumnya. Masih disutradarai oleh Ric Roman Waugh dan naskah juga masih ditulis oleh Chris Sparling yang kali ini melibatkan juga Mitchell LaFortune. Film ini dibintangi oleh Gerard Butler dan Morena Baccarin yang kembali memerankan peran mereka, bersama dengan Roman Griffin Davis (yang menggantikan Roger Dale Floyd) dan juga Amber Rose Revah, Gordon Alexander, Peter Polycarpou, William Abadie, dan Tommie Earl Jenkins. Dimana keluarga Garrity tetap berusaha bertahan hidup ditengah badai radiasi yang mematikan.
Berkisah keluarga Garrity berhasil selamat dari terjangan komet yang menghancurkan sebagian besar bumi, mereka tinggal di bunker yang berada di wilayah Greenland. Bersama masyarakat yang selamat, mereka sudah bertahan selama 5 tahun di bungker tersebut. Akan tetapi persediaan makanan-pun semakin menipis, apalagi badai radiasi masih terus mengancam bunker mereka. Sampai akhirnya, sebuah gempa besar menghancurkan bunker yang selama ini dirasa cukup aman. Mereka yang tinggal di bungker ini mencoba mencapai pantai utnuk cari selamat, kebetulan ada beberapa skoci penyelamat yang bisa digunakan. Akan tetapi badai Tsunami menghadang mereka. John Garrity (Gerard Butler), istinya Allison (Morena Baccarin) dan anak mereka Nathan (Roman Griffin Davis) berhasil masuk skoci penyelamat dengan beberapa orang lainnya, sementara yang lainnya tidak berhasil mencapai pantai.
Mereka mendapat kabar bahwa ada dunia baru yang layak ditinggali di wilayah Perancis. Dengan skoci tersebut mereka berusaha mencapai wilayah Eropa. Tapi ternyata bahan bakar skoci tidak mencukupi, mereka terombang-ambing di laut lepas dan akhirnya mendarat di wilayah Inggris. Di sini mereka berusaha mencari jalan untuk bisa mencapai Perancis, akan tetapi tidak mudah karena badai masih mengancam dan suasana di Inggris juga tidak aman. Rombongan tersebut tak banyak yang selamat. Keluarga Garrity akhirnya mendapat bantuan salah satu teman lama Allison yang tinggal di London, yang akan membantu mereka menuju Perancis. Bukanlah hal mudah menuju negara tersebut, karena ada perang saudara yang berkecamuk, belum lagi badai yang mematikan masih sering terjadi.
Latar belakang kisah di film ini memang melanjutkan di kisah sebelumnya. Jika di “Greenland” (2020) keluarga Garrity berusaha mencari selamat menuju bunker di Greenland, kali ini mereka juga mencari selamat untuk menuju tanah baru. Tanah yang menjanjikan keberlangsungan umat manusia. Level menegangkan di film kali ini sepertinya ditingkatkan. Tak hanya badai radiasi atau hujan komet yang sering terjadi sepanjang perjalanan mereka, tapi juga mereka harus berusaha selamat ditengah perang saudara yang mematikan. Sang sutradara dan penulis sepertinya dengan sengaja membuat alur cerita ini menjadi lebih rumit dan berkembang, walau ada beberapa kisah yang seperti ‘kebetulan’ atau sedikit mengada-ada. Tapi hal inilah yang membuat kisahnya semakin menarik dan naik level.
Selain kekuatan cerita tersebut, salah satu kesuksesan atau selling point di film ini adalah di sisi cinematography yang mampu menghadirkan laskap kehancuran dunia, hingga alam yang indah. Belum lagi sang sutradara mampu menampilkan badai radiasi dan hujan meteor yang tak kalah menegangkan. Dan tentunya chemistry dari Gerard Butler dan Morena Baccarin di film ini yang sudah terbentuk apik dari film sebelumnya. Menegangkan, dengan cinematography yang apik, tapi dengan ending yang dramatis. (sTr)
“Greenland: Migration”
Jenis Film : Thriller, Drama
Sutradara : Ric Roman Waugh
Penulis : Chris Sparling, Mitchell LaFortune
Producer : Basil Iwanyk, Erica Lee, Sébastien Raybaud, John Zois, Gerard Butler, Alan Siegel, Ric Roman Waugh, Brendon Boyea
Casts : Gerard Butler, Morena Roman Griffin Davis, Amber Rose Revah, Gordon Alexander, Peter Polycarpou, William Abadie, Tommie Earl Jenkins
Production : STX Films, Anton, Thunder Road, G-BASE Film Production
Distribusi : Lionsgate
STLS : 13 Tahun
Durasi : 98 Menit
Jadwal tayang : 9 Jauniati 2026

Post a Comment