“WE BURY THE DEAD” Survival Di Pulau Zombie

 Jakarta, DJC – Kisah orang mati yang hidup kembali, menjadi ide banyak cerita untuk diangkat ke sinema. Kisah yang biasa disebut sebagai zombie ini memang cukup diminati, terutama bagi penyuka film horror. Beberapa sineas seperti berlomba menghadirkan karakter zombie yang berbeda atau inovatif walaupun dengan latar belakan yang sama, yaitu manusia mati yang bisa hidup kembali. Seperti di film We Bury the Dead” yang naskahnya ditulis dan disutradarai juga oleh Zak Hilditch. Film bergenre thriller horor ini, dibintangi oleh Daisy Ridley, Mark Coles Smith, dan Brenton Thwaites. Sebuah kisah bertahan hidup di sebuah pulau yang penduduknya telah meninggal akibat bencana militer, ternyata sebagian bisa bangkit kembali.

            Berkisah, pulau Tasmania mengalami bencana besar akibat percobaan militer. Membuat sebagian besar penduduk meninggal, dan yang tidak terkena ledakan secara langsung akan mati otak yang juga dinyatakan sudah meninggal dunia. Akan tetapi beberapa diantaranya justru bisa hidup kembali, dan menjadi agresif dan berbahaya. Untuk membersihkan dan mengumpulkan mayat di pulau ini, pemerintah meminta bantuan para relawan. Akan tetapi dengan peringatan jika ada yang hidup kembali akan segera ditembak oleh pasukan militer yang bersiaga karena dianggap berbahaya. Salah satu relawan adalah Ava Newman (Daisy Ridley), yang sebenarnya sedang mencari suaminya Riley (Mark Coles Smith), kebetulan suaminya juga berada di pulau tersebut saat bencana terjadi.

            Keadaan di pulau tersebut cukup mengerikan, dan bisa dipastikan tidak ada yang selamat. Beberapa yang hidup kembali malah menjadi agresif dan ganas. Sehingga para relawan dibatasi untuk tidak pergi terlalu jauh dari lokasi mereka saat itu. Akan tetapi Ava berusaha lari untuk menuju kota lain dimana lokasi suaminya berada. Walaupun informasinya lokasi menuju kota tersebut dikenal lebih berbahaya akibat bencana yang terjadi. Beruntung ada Clay (Brenton Thwaites) yang mau mengantarkannya secara sembunyi-sembunyi dari pihak milter. Perjalanan seharian menggunakan motor tidaklah mudah, ditengah efek bencana yang masih megancam, beberapa zombie yang mulai menyerang dan juga ada berbagai masalah lain yang menghadang. Ava percaya bahwa beberapa zombie ini sebenarnya masih bisa berpikir dan bertindak normal. Tapi kenyataan berbeda dan mengejutkan justru didapati saat Ava tiba di lokasi Riley suaminya.

            Sang sutradara berusaha menghadirkan prespektif berbeda dari sosok zombie ini. Jika di beberapa film lainnya banyak ditampilkan nuansa horror dengan sosok zombie menakutkan yang memburu dan memakan daging manusia, justru di We Bury the Dead” ini hadir dengan nuansa thriller. Bagaimana Ava berusaha bertahan hidup ditengah pulau bencana. Tak hanya dari beberapa orang yang mati dan hidup lagi, akan tetapi juga dari ancaman sosok psikopat. Di film ini, wujud zombie yang menyeramkan justru muncul sangat sedikit, tapi lebih banyak kisah menegangkan dari perjalanan dan bertahan hidup.

            Muncul beberapa jumpscare yang cukup berhasil menghadirkan nuansa horror, akan tetapi kisah bertahan hidup yang menjadi titik utama di We Bury the Dead” ini. Lebih menarik lagi, ada nuansa drama yang membuat cerita di film ini jauh dari kesan monoton. Dan tentunya pilihan sudut pengambilan gambar yang menawan, menambah seru-nya menikmati film ini dari awal hingga akhir. We Bury the Dead” tak hanya hadirkan ketegangan dan kengerian, tapi juga lanskap yang menarik dan kisah drama yang menyentuh yang di rangkai di film berdurasi 1,5 jam ini. Termasuk reputasi akting Daisy Ridley, yang memang cukup dikenal bagus dengan karakter wanita pemberani seperti di film ini. (sTr)

 


“WE BURY THE DEAD”

Jenis Film        : Thriller, Zombie

Produser          : Ross M. Dinerstein, Mark Fasano, Joshua Harris

Sutradara         : Zak Hilditch

Penulis             : Zak Hilditch

Casts               : Daisy Ridley, Brenton Thwaites, Mark Coles Smith, Matt Whelan, Kym Jackson, Holly Hargreaves, Deanna Cooney, Elijah Williams, Chloe Hurst

Produksi          : Screen Australia, Gramercy Park Media, Screenwest, The Penguin Empire, Adelaide Film Festival, Giant Leap Media, Peachtree Media Partners

Distribusi        : Umbrella Entertainment (Australia), Vertical Entertainment (US)

Durasi              : 95 minutes

Jadwal Tayang: 09 Januari 2026

 

Diberdayakan oleh Blogger.