“Para Perasuk” Ilmu Kerasukan Melawan Keserakhan


 

Jakarta, DJC – Tak sedikit film nasional yang mengankat akar budaya lokal. Seperti film “Para Perasuk” besutan sutradara Wregas Bhanuteja dengan naskah yang digarapnya bersama dengan Defi Mahendra dan Alicia Angelina. Film ini berkisah tentang budaya ‘kerasukan’ yang melekat pada kehidupan masyarakat lokal dengan pemeran antara lain; Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, Chicco Kurniawan dan Indra Birowo. Diproduksi dibawah Rekata Srudio Indonesia yang bekerja sama dengan Singapura, Prancis, dan Taiwan. Dimana film ini berhasil mendapat respon positif, saat tayang perdana pada 24 Januari 2026 lalu di Festival Film Sundance 2026, dan film ini akan berkompetisi di bagian World Cinema Dramatic Competition.

            Berkisah, di desa Lantas ada budaya hiburan yang disukai masyarakat saat para pelakunya (disebut para perasuk) bisa menghadirkan roh spiritual. Posisi para Perasuk ini tak hanya dianggap punya gengsi tersendiri, tapi bisa menghasilkan pendapatan. Bayu (Angga Yunanda) yang sudah muak dengan kehidupan miskin di kota, akhirnya berusaha untuk menjadi perasuk paling dihormati di desa tersebut. Tentunya hal ini tak mudah, karena banyak saingan yang cukup potensial atau lebih senior. Hal ini sekaligus juga berusaha membuktikan ke ayahnya (Indra Birowo) yang pengangguran bahwa dia juga bisa memiliki penghasilan dari profesi sebagai Perasuk.

            Disisi lain desa Lantas sedang di ekspansi oleh perusahaan pengembang, untuk dijadikan perumahan dan berbagai usaha lainnya. Perusahaan ini memaksa penduduknya untuk menjual tanah mereka. Termasuk merayu ayah Bayu untuk menjual tanah mereka. Guru Asri (Anggun) pimpinan kesenian para Perasuk ini khawatir akan masa depan desa mereka, akibat keserakahan perusahaan itu. Guru Asri akhirnya berusaha melakukan perlawanan dengan kesnian yang dipimpinnya.

            Kisah tentang kerasukan memang cukup dikenal di budaya lokal. Film ini mengambil budaya tersebut, yang dikemas dalam kisah drama keluarga dan kritik sosial. Idenya cukup menarik, walau dikisahkan dengan alur cerita yang sedikit terasa melambat. Akan tetapi keberanian menghadirkan khasanah budaya lokal ke dunia internasional cukup layak diapresiasi. Karena cerita fiktif tentang roh spiritual bernuansa lokal bisa jadi tak gampang dipahami oleh negara lain.

            Yang menarik disini adalah akting Maudy Ayunda dan Amgga Yunanda yang bisa menghasilkan chemistry yang apik. Termasuk sosok Anggun yang mampu berperan dengan baik, walau ini merupakan debutannya di indutsri film. (sTr)

 

“Para Perasuk” 

Genre              : Drama, Budaya

Sutradara         : Wregas Bhanuteja

Penulis             : Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, Alicia Angelina

Produser          : Siera Tamihardja, Iman Usman. Amalia Rusdi

Cast                 : Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, Chicco Kurniawan

Production      : Rekata Studio

Sttls                 : 13 tahun

Durasi              : 119 Menit

Jaswal tayang  : 23 April 2026

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.