“Balada Si Roy” Kisah Cowok Pemberontak


 

Jakarta, DJC –Balada Si Roy”, sebuah novel era tahun 80an - awal 90an, karya Gola Gong menjadi bacaan yang fenomenal di masa tersebut. Novel inipun sukses terjual lebih dari 300.000 eksemplar. Novel berkisah tentang cowok pemberontak yang mencari jati diri dan cinta sejati ini, akhirnya diangkat ke layar lebar setelah hampir 3 dekade lamanya, sejak novel ini dirilis. IDN Pictures melewati jalan yang tidak mudah untuk berhasil mewujudkannya. Dan akhirnya “Balada Si Roy” resmi rilis di bioskop tanah air pada 19 Januari 2023.


            Fajar Nugros sang sutradara, mengaku novel tersebut memberikan banyak perubahan pada hidupnya. “Saya besar dengan novel ini, dan banyak memberikan perubahan pada hidup saya. Saya juga menjadi penggemar Gola Gong sejak saya sekolah dahulu. Dan membuat film ini menjadi kebanggan buat saya.” Ungkap sutradara ini, saat menggelar pers screening film “Balada Si Roy” di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan (10/01).


            Sedangkan menurut Susanti Dewi produser dari IDN Pitcure menjelaskan, bahwa dalam pembuatan film ini melalui proses panjang. “Film diproduksi saat masa pandemi. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya, kita harus melakukan swab tiap hari. Disisi lain, kita diuntungkan, karena masa pandemi aktifitas dibatasi, jadi kita bisa melakukan shooting dengan mudah dan lancar. Dan untuk menghadirkan nuansa kota Serang di era 80-an, kita menemukan sebuah desa di kawasan Lampung.” Tambahnya.


            Sang penulis Gola Gong mengungkapkan, jika beberapa kali film ini direncanakan untuk diproduksi tapi tidak pernah terealisasi. “Bahkan sampai ada image bahwa ini kutukan. Dan pada akhirnya kutukan ini sudah hilang saat film ini akhirnya resmi dirilis. Saya juga senang saat Abi (Abidzar Al Ghifari) yang memerankan tokoh Roy. Sebab saat dulu film ini mau diproduksi, bapaknya Abi yang ingin memerankan Roy.”

 

Review Film

            Kisah film ini berlatar belakang nuansa tahun 80-an. Seperti novelnya, film ini juga akan menyajikan kisah dan petualangan Roy, cowok pemberontak yang mulai dari pencarian jati diri, persahabatan, dan cinta. Dikisahkan, karena sesuatu hal, keluarga besar almarhun sang ayah mengharuskan Roy (Abidzar Al Ghifari) bersama ibunya, Ratu Astuti (Lulu Tobing) pindah ke Serang, kota asal Ibunya. Sang ibu berusaha membangkitkan semangat anaknya yang bercita-cita sebagai penulis. dengan membuat nuansa nyaman di rumah sederhananya.


            Di kota yang baru ditinggalinya, Roy masuk kesebuah sekolah negeri. Disinilah konfik mulai terjadi. Roy yang memiliki pendirian kuat, pemberontak dan tidak menyukai ketidak adilan berhadapan dengan pesohor di sekolah tersebut, Dullah (Bio One). Selain anak pejabat daerah, Dullah bersama gank-nya juga sering melakukan kekerasan dan menguasai sekolah tersbut. Kebanyakan murid sekolah tersebut mengalah, akan tetapi tidak terjadi dengan Roy yang berani melawan. Apalagi Roy berhasil menggaet Ani (Febby Rastanty) yang juga disukai oleh Dullah.

            Konflik semakin meruncing, karena banyak yang mendukung Roy melawan penindasan di sekolah. Hingga beberapa kali terjadi perkelahian, sampai membuat Joe, anjing kesayangan Roy mati ditangan Dullah. Dendam dan persaingan semakin memanas, termasuk aksi adu balap motor maut antara Roy dan Dullah. Datangnya sosok cewek kota, Dewi (Sitha Marino), dan permainan teluh yang menyerang Roy, menjadi rangkaian konflik yang terjadi. Sanggupkan Roy selamat dari banyak masalah yang menimpanya?

            Menampilkan sosok pemberontak dapat dimainkan dengan apik oleh Abidzar Al Ghifari, bahkan cowok penindas juga bisa dilakoni Bio One dengan baik. Konflik antar lelaki remaja ini memang jadi cerita utama di novel Gola Gong, yang berusaha diadaptasi oleh sang sutradara. Rupanya Fajar Nugros berusaha menggambarkan berbagai kisah di film ini, yang membuat "Balada Si Roy" penuh dengan konflik, dengan berbagai adegan perkelahian dan persaingan, termasuk cinta. Sang sutradara juga cukup berhasil menampilkan nuana tahun 80-an yang pas ditonton anak muda era sekarang. Walaupun beberapa adegan tampak sedikit dipaksakan. Meski banyak konflik yang ditampilkan, alur ceritanya jauh dari kesan rumit, artinya mudah dicerna. Justru banyaknya konflik yang digambarkan, menjadi salah satu nilai lebih dari kisah pencarian jati diri Roy, sebagai lelaki. Film yang cukup menarik, walaupun tidak sepenuhnya mirip dengan kisah di novel aslinya. Tentunya agar ceritanya bisa lebih diterima di era sekarang. (sTr)

           

Balada Si Roy

-          Sutradara                     : Fajar Nugros

-          Produser                      : Susanti Dewi

-          Penulis                         : Salman Aristo

-          Cinematography          : Padri Nadeak

-          Pemeran                      : Abidzar Al Ghifari, Febby Rastanty, Bio One, Zulfa Maharani, Sitha Marino, Jourdy Pranata, Omara Esteghlal, Yusuf Mahardika, Lulu Tobing, Dede Yusuf, Marthino Lio

-          PH                               : IDN Pitcure

-          Durai                           : 109 Menit

 

Diberdayakan oleh Blogger.