Saat “Mummies” Datang Ke Dunia Nyata


 

Jakarta, DJC – Film animasi anak (semua umur) beberapa waktu terakhir termasuk jarang dirilis, dikalahkan oleh kisah superhero yang laris manis di pasar. Munculnya film “Mummies” ini menjadi angin segar. Film yang diproduksi di Spamyol ini, disutradari oleh Juan Jesús García Galocha dan ceritanya ditulis oleh Jordi Gasull, yang keduanya juga berasal dari Spanyol. Film animasi yang menggunakan bahasa Ingrris ini, distribusi secara internasional dipegang oleh Warner Bros Pictures.

          Tentunya film animasi semacam ini menawarkan cerita ringan tapi heroik-dramatis, dengan adegan-adegan lucu dan tentu saja munculnya lagu-lagu pop yang menarik. Konsep yang disukai oleh semua umur, terutama anak-anak. Apalagi animasi yang menawan, dan ada nama-nama besar yang didaulat untuk mengisis suara di film ini.

          Berkisah, seorang arkeolog jahat dan ambisius, Lord Carnaby (suara oleh Hugh Bonneville) menemukan sebuah rahasia dunia mummi yang masih hidup, jauh dibawah tanah. Dengan segala cara, Arkeolog ini akhirnya menemukan sebuah ruangan yang berisi peninggalan penting, yang dijarah dan kemudian diboyongnya ke Inggis untuk dipamerkan.


          Dunia mummi hidup yang diketahui Lord Carnaby itu sebenarnya nyata. Mummi berusaha menyembunyikan keberadaanya agar tidak diganggu atau dirampok harta mereka oleh arkeolog semacam Lord Carnaby. Sementara itu, di dunia mummi, Thut (Joe Thomas) seorang mantan pembalap kuda ternama tiba-tiba dijodohkan dengan Nefer (Eleanor Tomlinson), putri Paraoh (Sean Bean) peimpin kerajaan dunia mummi yang melegenda. Perjodohan lewat petunjuk burung Phoenix keramat ini tidak disambut hangat keduanya. Dimana Thut dan Nefer memang tidak ingin terikat pernikahan. Akan tetapi, karena merupakan adat, Thut harus menyetujuinya, karena ada konsekwensi jika menolak. Pharaoh juga mewajibkan Thut untuk bisa menjaga cincin perkawinan sampai pernikahan mereka berlangsung.

          kenyataanya, cincin itu telah dicuri okeh Lord Carnaby dan dibawa ke London. Takut akan konsewensinya, Thut bersama adik dan binatang peliharaannya harus muncul kedunia manusia untuk merebut kembali cincin kerajaaan tersebut. Tanpa diduga, Nefer yang juga merasa khawatir konsekwensi dari sang ayah, juga diam-diam mengikuti Thut dan adiknya. Perjalanan tersebut membawa mereka ke London. Dunia nyata, yang selama ribuan tahun mereka hidup kekal tidak pernah melihatnya. London memberikan banyak hal baru, hingga berbagai petualangan mengejutkan, termasuk kesempatan mewujudkan cita-cita Nefer sejak lama untuk menjadi seorang penyanyi, Profesi yang dilarang bagi seorang putri raja di dunia mummi.


Apakah mereka akan berhasil merebut cincin perkawinan yang dicuri sang arkeolog? Atau bahkan mereka memilih dan menetap di dunia nyata yang lebih gemerlab? Akankah Thut dan Nefer tetap menolak untuk menikah? Kisah film ini memang menarik, keluar dari pakem kisah mummi yang selama ini terkesan menyeramkan. Bahkan ceritanya penuh dengan makna sosial. Tentu saja adegan kocak dan lagu-lagu apik menyokong film ini disukai oleh kalangan anak-anak. Dan yang menjadi catatan penting, animasi yang disajikan sangat apik, dengan menggunakan tehnologi animasi terkini. Ini menjai salah satu selling point film ini.

Walaupun produksi Spanyol, nama-nama besar di panggung sinema dunia menjadi pendukung yang pas. Diantaranya, Joe Thomas ("The Inbetweeners", "White Gold"), Eleanor Tomlinson ("The Nevers", “Jack the Giant Slayer", "The Illusionist"), Santiago Winder ("The Hope Rooms") dan Celia Imrie ("The Best Exotic Marigold Hotel", "Mamma Mia! Here We Go Again"), Dan Starkey ("Doctor Who") , Hugh Bonneville ("Paddington", "Downton Abbey", "Notting Hill") serta penyanyi, penulis lagu dan produser rekaman Shakka dan Sean Bean ("Game of Thrones", "The Martian", "The Lord of the Rings”). Ajak seluruh anggota keluarga untuk mengisi libur dengan menyaksikan “Mummies”. Jangan lupa siapkan cemilan yang banyak, agar nontonnya lebih seru. (sTr)


“Mummies”

-         Genre                    : Animasi

-         Sutradara              : Juan Jesús García Galocha

-         Story                     : Jordi Gasull

-         Produser               : Jordi Gasull, Pedro Solis, Toni Novella, Cleber Berretta, Francisco Selma, Marc Sabé

-         Pengisi suara        : Joe Thomas, Eleanor Tomlinson, Celia Imrie, Hugh Bonneville, Sean Bean, Shaka

-         Musik                   : Fernando Velázquez

-         PH                        : Atresmedia Cine, Anangu Grup, Moomios Movie AIE, Movistar Plus+, TV3

-         Distribusi              : Warner Bros Pictures

-         STL                      : Untuk Semua Umur

 

Diberdayakan oleh Blogger.