Lepas Debut EP, Nabila Ellisa Ungkapkan Tanya di “Tanyakau”
| Nabila Ellisa (istimewa) |
Jakarta, DJC – Jebolan ajang pencarian bakat “Liga Dangdut Indonesia” musim pertama ini, akhirnya merilis debut EP yang bertajuk “GERD (Galau Emosional Rasa Diri)” yang merupakan kisah dan perjalan emosionalnya tentang patah hati, kehilangan, dan dinamika perasaan yang kerap tak terucap. Title EP ini juga memiliki makna yang mendalam bagi Nabila Ellisa, yang terinspirasi dari kondisi kesehatan yang sering muncul saat seseorang mengalami tekanan emosional.
Melalui siaran pers-nya, penyanyi asal Aceh ini mengatakan, “Aku ingin memperbanyak katalog lagu-lagu aku di genre Pop dan udah banyak lagu yang pengen aku rilis sejak lama hingga akhirnya aku memutuskan merilis mini album dulu. Seperti yang orang-orang tahu, aku memulai karier aku di genre musik Dangdut, aku berharap dengan adanya album ini semakin banyak orang tahu bahwa aku juga menyanyikan lagu genre Pop. Untuk judul album GERD sendiri, karena kondisi ini tuh sangat dekat dengan banyak orang. Saat mengalami putus cinta atau sakit hati, kondisi kesehatan ini muncul saat kita mengalami tekanan emosional. Bukan cuma perasaan yang dilukai tapi terkadang berpengaruh pada kesehatan kita mulai dari rasa sesak, perih dan gelisah. Hal ini juga terjadi sama aku dan mungkin dialami banyak orang diluar sana.”
Menghadirkan 5 track, dimana kelima lagu di dalamnya saling terhubung, membentuk satu rangkaian kisah tentang luka, penerimaan, dan proses berdamai dengan perasaan sendiri. Di EP ini Nabila Ellisa, memilih lagu ‘Tanyaku’ sebagai focus track. Sebuah lagu yang berkisah tentang perjalanan cinta yang terhalang perbedaan, ketika dua hati saling mencinta namun tak bisa bersama di dunia. Di tengah keikhlasan dan kehilangan, lagu ini menyimpan satu harapan sederhana, semoga kelak cinta yang tak sempat bersatu di sini, dipertemukan kembali di surga yang sama.
“Makna lagu ini sangat dalam tentang cinta yang tidak bisa bersama di dunia tetapi meminta atau selalu berdoa untuk satu surga bersama. Sebenarnya lagu ini cukup panjang, diciptakan oleh suamiku saat ia masih kuliah tapi baru terealisasi setelah ketemu aku. Lagu ini lalu ditulis ulang di awal tahun 2025 dan dibantu musiknya oleh Joel Christian, lalu pertengahan tahun 2025 mulai proses rekaman. Selama pengerjaan lagu ini, kita banyak mendapat influence dari lagu-lagu ballad Korea yang secara emosional kita rasa cocok dengan lagu-lagu ciptaan Ilyas, makanya feel lagu ini arahnya kesana” tutup Nabilla. (sTr)

Post a Comment