Rangkai Ungkap Tentang Kehilanagn di Single “Menuai Terurai”
![]() |
| Rangkai (istimewa) |
Jakarta, DJC – Rangkai
baru saja melepas single terbaru
bertajuk ‘Menuai Terurai’ pada 20
Februari lalu yang bertepatan dengan awal Ramadhan. Single terbaru dari trio indie-folk asal Jakarta ini hadir sebagai
ruang refleksi atas kehilangan, perpisahan, dan upaya menerima hidup apa
adanya. Dirilis dibawah bendera Setengah Lima Records, trio berawak Bimo Nawadana
(vokal), Mirza Elba (akustik gitar), dan Rai Ikhwan (kontra bass) ini, mencoba
berbicara dengan nada yang tenang. Lagu ini tidak berfokus pada kepergian
secara fisik, melainkan pada nilai, pesan, dan jiwa yang tetap hidup
setelahnya.
Melalui siaran pers-nya, Bimo
mengungkapkan, “Ramadan sering menghadirkan kebersamaan, dan di saat yang sama
mengingatkan kita dengan halus akan mereka yang pernah hadir, namun kini
tinggal dalam doa dan ingatan.”
Dengan pendekatan
lirik yang metaforis, Rangkai memilih untuk membingkai kesedihan sebagai
pengalaman bersama. Cerita personal tidak disajikan secara gamblang, melainkan
disamarkan dalam narasi kehilangan yang lebih luas, sesuatu yang mungkin pernah
atau sedang dialami banyak orang.
Pendekatan
metaforis ini juga tercermin dalam artwork
single, yang kembali dipercayakan kepada Khalid Albakaziy, di mana ia
menerjemahkan tema kehilangan dan keteruraian ke dalam visual yang samar,
tenang, dan penuh ruang. Single ini diproduksi
oleh Mirza, Bimo, Rai, dan Kibar Muhammad Pembela dengan proses mixing oleh Rendi Kopay dan mastering oleh Rhesa Aditya.
Lagu ‘Menuai Terurai’ hadir dengan aransemen folk-pop yang intim dan
minimal. Single ini diharapkan dapat
menemani pendengar di masa Ramadan, sebagai lagu untuk berhenti sejenak,
menerima duka, dan mengubahnya menjadi energi positif untuk melangkah ke depan.
(sTr)

Post a Comment