Saat Killing Me Inside RE:UNION, Hadirkan ‘Senyawa dan Candu’

Killing Me Inside RE:UNION

 

Jakarta, DJC – Kiling Me Inside diakui menjadi band fenomenal di pentas musik Indonesia, tapi faktanya mereka kerap mengalami gonta-ganti personal. Kabar tentang mereka reunian akhirnya merebak kembali. Dimulai saat Onad telah melalui masa rehabilitasi selama 3 bulan, dan akhirnya membawa lagu Senyawa dan Candu’ yang ditulisnya saat menjalani rehab tersebut. Karya ini akhirnya dikerjakan aransmen-nya oleh Raka, Sansan, dan Rudye, dimana mereka semua merupakan eks band tersebut.

            Melalui siaran per-nya Onad mengungkapkan, "Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal. Saat rehab, gue nggak tau mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi. Gue belum pernah bikin lagu se-personal ini. It's all about me,"

            Lagu inipun disambut oleh personal lain band ini, yang menurut mereka lagu ‘Senyawa dan Candu’ hadir dengan nuansa yang lebih fresh. Dan akhirnya reuni band ini semakin nyata dengan dirilisnya lagi ini. “Mereka langsung terima. 'Ini lo banget sih' katanya. Memang juga kita udah nggak pernah bikin lagu bahasa Indonesia kan. Akhirnya kayak ya udah ini pas banget sih mereka bilang: personal, momennya lagi dapet, lo baru cabut dari rehab, let’s go,"

Setelah bertahun-tahun di perjalanan karir band ini, akhirnya Killing Me Inside Re:union merilis lagu dengan Bahasa Indonesia. Trio ini juga memperkenalkan gaya musik baru yang lebih pop dan visual yang lebih cheerful.

"Kita mau rebranding lagi, kayak waktu itu dari era The Tormented ke Biarlah. Gue ngerasa kayaknya ini ramuan Killing Me Inside Re:union yang paling pas, karena kita selalu gagal bikin lagu berbahasa Indonesia. Akhirnya kejadian juga dan kayaknya ini deh yang kita suka. Pop-nya Killing Me Inside Re:union tuh segini," tutup Onad. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.