“Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa” Ilmu Santet Balas Dendam
Jakarta, DJC – Setelah sukses menarik perhatian publik saat memerankan sosok legendaris Suzzanna, rupanya Luna Maya membuktikan mampu menjadi ratu horror berikutnya. Moniker Suzzanna juga menjadi sebuah kisah yang menarik untuk dinikmati. Melanjutkan kisah sukses dua film sebelumnya “Suzzanna, Beranak Dalam Kubur” (2018) dan “Suzzanna, Malam Jumat Kliwon” (2023), kali ini Soraya Intercine Films melanjutkan kisah horror Suzzanna (Luna Maya) di film terbaru “Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa” (2026), yang berkisah dendam ilmu santet dibalas dengan ilmu santet yang lebih kuat, dengan dibalut berbagai permasalahan sosial yang terjadi di era tahun 80-an di sebuah desa kecil di wilayah Bayuwangi, Jawa Timur. Kali ini dibesut oleh sutradara yang sedang naik daun Azhar Kinoi Lubis, dengan melibatkan penulis naskah, Jujur Prananto, Ferry Lesmana, dan Sunil Soraya yang juga merangkap sebagai produser.
Kabarnya film ini hadir dengan biaya
produksi yang ‘tak dibatasi’ dimana sang produser mengungkapkan bahwa ingin
membuat film ini hadir lebih spektakuler dan megah dibandingkan 2 film
sebelumnya. Termasuk menuruti berbagai keinginan sang sutradara saat produksi
film ini berlangsung. Apalagi banyak melibatkan bintang besar di industri film
nasional, selain nama Luna Maya, ada aktor termahal saat ini Reza Rahadian, Suami dari Suzzanna
(alm) yang dulu lebih dikenal sebagai aktor laga, Clift Sangra, termasuk
beberapa nama lagi, diantaranya Iwa K, Andy /RIF, Adi Bing Slamet, Ence Bagus,
Azis Gagap, Nai Djenar Maisa Ayu, Nunung, El Manik. Budi Bima, hingga Yati
Surachman.
Berkisah, sosok Bisman (Clift
Sangra) dikenal kejam dan ambisius dan ingin menguasai desa Karang Setan. Untuk
itu Bisman harus melenyapkan kepala desa (Lurah) dengan cara menyantet, agar
bisa mencalonkan diri sebagai kepala desa tunggal. Karena merasa muak dengan
tingah kejam Bisman dan anak buahnya, masyarakat desa akhirnya meminta seorang
guru (El Manik) yang dihormati dan berani melawan anak buah Bisman untuk ikut
mencalonkan diri menjadi kepala desa. Untuk mencegah Bisman semakin berkuasa
tentunya. Hal ini membuat Bisman berang, padahal Bisman menyukai dan akan
melamar Suzzanna (Luna maya) anak Pak Guru tersebut. Tapi ambisinya tak terbendung,
Pak Guru dilenyapkan dengan cara yang sama seperti Lurah sebelumnya. Suzzanna
yang tau kematian tak wajar sang ayah, diteror oleh anak buah Bisman dan
akhirnya melarikan diri dan mengalami kecelakaan tragis di hutan.
Dalam kondisi tak sadarkan diri, Suzzanna
berhasil diselamatkan oleh Pramuja (Reza Rahadian) yang membawa ke gubuk bibinya (Nai
Djenar Maisa Ayu) untuk menyembuhkannya. Sang bibi tak hanya bisa mengobati
luka, tapi merupakan seorang dukun sakti yang mengusai ilmu santet ampuh. Ingin
membalas dendam kematian sang ayah, Suzzanna akhir belajar ilmu santet dari
sang bibi, walaupun sosok Pramuja menentangnya. Akan tetapi Bisman bukan orang
sembarangan, selain memiliki anak buah yang kejam, dia dikelilingi dukun-dukun
sakti yang selalu menjaganya.
Walaupun re-make dari cerita klasik Suzzanna, film ini justru hadir dengan
kisah yang lebih menegangkan. Dengan alur cerita menarik, meskipum tidak
terlalu memaksa penonton berpikir keras untuk memahaminya, akan tetapi adanya plot twist yang sukses membuat film ini
jauh dari kesan memboosankan. Apalagi ada kisah drama keluarga menyentuh yang
dimunculkan, dibalik kisah serunya perang santet. Tak hanya itu, munculnya
beberapa komedian malah membuat film ini tak melulu tegang, tapi diselingi unsur
komedi segar. Kerjasama sang penulis dan sutaradara mampu membesut kisa horror Suzzanna
menjadi film yang jauh dari kesan biasa saja.
Belum lagi beberapa adegan menarik, yang mampu
diperankan oleh bintang-bintang yang bermain secara maksimal. Luna Maya bahkan
harus dandan selama 4 jam untuk mendekati sosok Suzzanna. Clift Sangra
harus menaikan berat badan hingga 20 kilo untuk peran Bisman. Dan beberapa
adegan dan kisah di film ini juga kabarnya diambil dari survey dan kisah yang
benar-benar nyata. Membuat film ini memiliki nuansa magis yang kuat.
Hal yang menarik adalah setting atau kostum yang ditampilkan di
film ini. Sang sutradara rupanya cukup serius untuk membangun nuansa tahun
80-an, dari beberapa properti yang ditampilkan dan disain kostum pemerannya.
Bahkan poster yang kabarnya dibuat oleh seniman asal Amerika ini juga bergaya
poster film era tahun 80-an. Sebuah film horror yang layak ditonton dan akan mengejutkan
saat nuansa libur Lebaran. (sTr)
“Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa”
Genre : Drama, Horror Thriller
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Jujur Prananto, Ferry Lesmana,
Sunil Soraya
Produser : Sunil Soraya
Cast : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift
Sangra, Iwa K, Andy /RIF, Adi Bing Slamet, Ence Bagus, Azis Gagap, Nai Djenar
Maisa Ayu, Nunung, El Manik. Budi Bima, Yati Surachman
Production : Soraya Intercine Films
Sttls : 17 tahun
Durasi : 135 Menit
Jaswal
tayang : 18 Maret 2026

Post a Comment