Strange Fruit Lepas EP Drips Tandai Era Kebangkitan

Strange Fruit (istimewa)

 

Jakarta, DJC – Setelah sempat hiatus, band asal Jakarta ini menunjukan bahwa mereka masih bisa tetap berkarya. Dibuktikan saat band yang saat ini berawak Baldi Calvianca (Vocal/Synthesizer), Irza Aryadiaz (Synthesizer), John Tampubolon (Guitar), Nabil Favian (Bass) dan Dino Kristianto (Drum) ini melepas EP bertajuk “Drips” menyusul perilisan single sebelumnya. EP ini banyak menghadirkan sound electronic, yang menggambarkan perjalanan musikal Strange Fruit yang terus berkembang, sekaligus menandai era kebangkitan band ini.

            Berisi 9 track, dimana single yang pernah dirilis sebelumnya ‘Monopolar’ hadir dalam 4 versi terbaru selain versi original. EP ini terdiri dari; ‘Pouvoir Moteur’, ‘Iridescent’, ‘Monopolar’, ‘Drips’, ‘Iridescent (Jonathan Kusuma Hypnodubmix)’, ‘Monopolar (Tom Furse Remix)’, ‘Monopolar (Hardway Bros Remix)’, ‘ Monopolar (Hardway Bros Live At The SSL Vocal Dub)’ dan ‘Monopolar (Hardway Bros Live At The SSL Dub)’ dirangkum dalam satu energi dengan baur electronic yang khas. Mungkin bagi sebagian orang bebunyian yang bisa saja terdengar absurd, tapi justru menjadi sebuah esensi pada aransemen yang mereka sajikan.

            Melalui siaran per-nya, mereka mengungkapkan pembauran elemen electronic, yang menjadi terobosan artistik bagi Strange Fruit dioptimalisasi melalui kombinasi dua senyawa antara instrumen mesin dan analog, khususnya pada departemen drum. Penyintesis Irza Aryadiaz menyuplai semua kebutuhan ritme dengan menggunakan perangkat robotik semacam drum machine TR-08, juga synthesizer semi modular Grandmother Moog. Hasilnya menawan sebagaimana single pertama ‘Iridescent’ menuntun gairah dansa terbuai lantunan beat minimalis

Menurut Irza Aryadiaz pengaruh terbesar di EP ini selain faktor musikal, adalah makanan Prancis dan bir Jerman. Kedua hal tersebut kemudian diwujudkan sempurna lewat track ‘Pouvoir Moteur’ yang merupakan sebuah tembang berketukan motorik yang melaju konstan. Dikerjakan di atas stabilitas beat synth pads & keys, sensor motorik memang menjadi unsur utama setiap lagu Strange Fruit dimana sensasi repetitif bergulir tanpa celah jeda, seakan melayang di jalan bebas hambatan.

            Mengenai versi remix dari single ‘Monopolar’ tak lepas dari sosok Jonathan Kusuma, Hardway Bros, dan Tom Furse, yang menawarkan versi reinterpretasi tanpa merusak esensi orisinalnya. Sean Johnston aka Hardway Bros misalnya, disjoki asal Inggris yang dikenal mendirikan A Love From Outer Space bersama Andrew Weatherall ini memberikan sentuhan trip hop dan menjadikan lagunya lebih memiliki atmosfer club house. Sementara Tom Furse, kibordis/bassis band post punk The Horrors, banyak meresonansi tekstur ambient juga acid house, dan Jonathan Kusuma, kompatriot prominen dari kolektif Dekadenz asal Jakarta, menengahkan permainan panjang leftfield disco, dengan titik berat pada tempo repetisi bass drum yang kaya akan gema.      

            Produkis EP ini bekerjasama dengan produser electronic bertangan dingin Bernardus Fritz yang fokus mengisi puzzle kosong membentuk kejutan pola lagu, progresi kord, serat pemanis dan melangsungkan workshop vokal hingga menjadi komposisi musik elektronik mumpuni.“Keunggulan Strange Fruit adalah kemampuan mereka menghasilkan sound synthesizer yang reverby, wide dan sureal. Setiap lagunya bercerita, ada journey antar scene dengan sound design kosmik untuk mencerminkan kita sebagai makhluk yang tinggal di sebuah galaksi berbeda,” tutup Bernardus Fritz.  (sTr)

Diberdayakan oleh Blogger.