Rasa Cinta dan Kehilangan ala Danes Di Album “Camarosa”

Ganes (istimewa)

 

Jakarta, DJC – Musisi muda berbakat terus bermunculan di industri musik tanah air. Nama Danes bisa jadi bukan pendatang baru, akan tetapi musisi / penyanyi berbakat kelahiran Jakarta, 24 Mei 2007 ini mulai melangkah semakin serius ke industri musik yang lebih dewasa. Setelah sebelumnya dikenal sebagai penyanyi anak. Terbukti, musisi yang sekaligus songwriter ini baru saja melepas debut album-nya yang bertajuk “Camarosa” dan dirilis dibawah bendera Firefly Records. Merupakan sebuah album yang merangkum perjalanan emosional manusia dalam menghadapi percintaan dan dinamika kehidupan. Dengan pendekatan lirik yang jujur dan reflektif, album ini menjadi ruang bagi berbagai rasa dari harapan hingga kehilangan untuk saling bertemu dan membentuk cerita yang utuh.

            Title “Camarosa” diambil dari dua elemen “camara” yang dimaknai sebagai ruang penyimpangan cerita, dan “rosa” yang melambangkan cinta dan kehilangan. Album ini menggambarkan proses pendewasaan seorang Danes dalam memaknai hidup, lengkap dengan segala dinamikanya. Kisah yang diambil dari pengalam pribadi dan dari fenomena kehidupan yang terjadi di sekitarnya. Yang diungkapan dari track ke track yang semuannya merupakan hasil karyanya sendiri.

            Tak hanya menulis semua lagu di album ini, tapi juga memainkan beberapa instrument musik, termasuk membuat kompoisinya. Sebuah rilisan yang diproduksi secara total dari musisi yang mulai mengenal musik sejak usia 8 tahun dengan belajar vokal dan gitar. Berbagai pengalaman di atas panggung, tak hanya mematangkan sosok Ganes sebagai musisi, tapi juga dari sisi materi lirik yang ditulisnya. Album ini menampilkan 9 track dengan karakter musik yang lebih beragam. Dari karakter city pop, hingga alternatine rock yang mencerminkan sisi emosional Ganes dalam berkarya. Termasuk penulisan lirik yang tak hanya berbahasa Indonesia, tapi juga menggunakan bahasa Inggris.

Banyak kisah bisa dirasakan di album ini, misalnya menghadirkan fase awal saat seseorang merasakan jatuh cinta di lagu ‘Sunny’ dan ‘Mine?’, hingga refleksi mendalam tentang kehilangan dan penerimaan dalam ‘Jealousy’ dan ‘Samar Serupa’. Di lagu ‘Gelap Yang Tak Lekas Terang’ dan ‘Hari Ini Mungkin Takkan Sempurna’ menghadirkan sisi yang lebih personal tentang bertahan di tengah ketidakpastian, juga menemukan makna dalam ketidaksempurnaan hidup. Sementara itu, ‘Those Days in Jakarta’ menangkap dinamika hubungan jarak jauh yang perlahan berubah seiring waktu dan jarak, hingga lagu ‘Remember tentang pengingat bahwa cinta tidak selalu harus dramatis. Album ini memilih single ‘Pesona’ sebagai focus track.

“Camarosa” menjadi lebih dari sekadar album dan menjadi representasi dari proses tumbuhnya bagaimana seseorang belajar menerima, beradaptasi, dan terus melangkah, terlepas dari berbagai pengalaman yang pernah dilalui. Dan sekaligus sebagai langkah Ganes untuk bisa terus berkembang di industri musik nasional. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.