Rayakan 2 Tahun, Defend IT360 Perkuat Keamanan Bisnis Lewat Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7


 Jakarta, DJC (10 April 2026)  – Di dunia bisnis modern, sistim keamanan yang proaktif dan kekinian menjadi hal yang sangat krusial, terutama untuk menghadapi kompleksitas ancaman digital. Akan tetapi tak semua perusahaan memiliki visibilitas penuh terhadap aktivitas ancaman di dalam sistem mereka. Keterbatasan sumber daya, minimnya tenaga ahli, serta tingginya biaya untuk membangun sistem keamanan internal seringkali membuat perusahaan berada dalam posisi rentan tanpa disadari. Untuk itu, Defend IT360 (PT Data Enkripsi Informasi Teknologi) hadir membawa solusi keamanan siber yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan bisnis yang semakin terdigitalisasi,

            Perusahaan keamanan siber yang genap berusia 2 tahun ini (didirikan tahun 2024), tak hanya berfokus pada perlindungan, karena Defend IT360 juga mengedepankan strategi keamanan yang mampu memastikan keberlanjutan dan ketangguhan bisnis di tengah ancaman siber global yang terus berkembang. Faktanya, menurut Cybersecurity Ventures pada tahun 2025 saja, kerugian global akibat serangan siber diperkirakan telah mencapai USD 10,5 triliun per tahun. Biaya ini mencakup berbagai aspek, mulai dari investigasi insiden, downtime operasional, kehilangan pelanggan, hingga denda regulasi dari otoritas terkait.

Sedangkan di Indonesia sendiri, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat kerugian akibat penipuan dan serangan siber telah menembus Rp476 miliar pada periode November 2024 hingga awal 2025. Tingginya angka ini semakin menegaskan bahwa ancaman siber bukan lagi risiko potensial, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh setiap organisasi. Melihat kondisi semacam inilah yang mendorong kebutuhan akan solusi keamanan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu memberikan pemantauan dan perlindungan secara real-time.

Defend IT360 sebagai pihak yang terlibat langsung dalam berbagai implementasi keamanan, melihat bagaimana lanskap ancaman terus berkembang dan semakin kompleks. CEO Defend IT360, Sudino Oei, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani klien dari berbagai sektor, mulai dari finansial, BUMN, hingga kesehatan, yang menghadapi tantangan keamanan dan compliance yang semakin tinggi.

Lebih lanjut Sudino Oei menjelaskan, “Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman, kami melihat bahwa banyak organisasi mulai menyadari pentingnya investasi pada sistem keamanan yang lebih komprehensif. Tidak hanya untuk proteksi, tetapi juga untuk memastikan keberlangsungan bisnis.”

Sepanjang perjalanan operasionalnya, Defend IT360 telah melakukan analisis terhadap 3.824 target Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT), dengan pemantauan lebih dari 5,9 miliar event log dan 750 endpoint oleh tim Security Operation Center (SOC). Dari hasil tersebut, sebanyak 16.248 alarm teridentifikasi sebagai indikasi ancaman yang memerlukan tindak lanjut melalui pemanfaatan teknologi threat intelligence.

Memasuki tahun keduanya, Defend IT360 terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam menghadapi tantangan keamanan digital. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menghadirkan layanan monitoring keamanan terbaru, yaitu Virtual SOC Essential.

Banyak perusahaan telah memahami pentingnya memiliki Security Operation Center (SOC), namun seringkali terhambat oleh kompleksitas implementasi serta kebutuhan investasi yang besar. Virtual SOC Essential hadir sebagai solusi yang lebih fleksibel dan efisien, memungkinkan bisnis mendapatkan perlindungan menyeluruh tanpa harus membangun tim SOC internal.

Layanan ini mengandalkan teknologi Security Information and Event Management (SIEM) yang berjalan selama 24/7 untuk mendeteksi ancaman secara real-time. Sistem ini mampu memonitor berbagai perangkat penting dalam infrastruktur IT, seperti firewall, server (Windows/Linux), Active Directory, VPN, hingga endpoint security.

Tentu saja melalui pemantauan tersebut, berbagai aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi sejak dini, mulai dari upaya login gagal berulang (brute force), privilege escalation, port scanning, hingga aktivitas malware dan akses data yang tidak biasa. Jika terdeteksi adanya potensi ancaman, sistem akan secara otomatis memberikan notifikasi kepada klien, disertai ringkasan insiden yang dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, klien juga akan menerima laporan keamanan bulanan yang mencakup rangkuman insiden, tren ancaman, serta aktivitas keamanan utama yang terjadi dalam sistem mereka.

Tak hanya berhenti pada deteksi saja, layanan ini juga memberikan rekomendasi peningkatan keamanan yang mencakup aspek people, process, dan technology, sehingga perusahaan dapat terus meningkatkan postur keamanan mereka secara berkelanjutan. Layanan seperti Virtual SOC Essential menjadi semakin relevan, terutama bagi perusahaan dengan skala menengah hingga enterprise yang tengah berkembang, namun belum memiliki sumber daya atau kebutuhan untuk membangun tim keamanan internal secara penuh. Hal ini juga dirasakan oleh berbagai industri seperti finansial, kesehatan, manufaktur, hingga perusahaan berbasis teknologi yang menghadapi tuntutan keamanan termasuk compliance yang semakin tinggi.Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan komprehensif, bisnis kini dapat memiliki visibilitas penuh terhadap ancaman sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi risiko siber tanpa harus menghadapi kompleksitas operasional yang tinggi.

Ke depannya, Defend IT360 akan lebih berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan keamanan siber yang relevan dan berdampak nyata bagi bisnis. Dengan mengedepankan kolaborasi dan teknologi, Defend IT360 optimis dapat menjadi mitra terpercaya dalam membantu organisasi tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan aman di era digital. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan pembaruan terbaru, kunjungi website resmi Defend IT360 di https://defendit360.co.id/ atau kanal media sosial LinkedIn dan Instagram @defendit360. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.