Sebuah “Pesan Terakhir” di Single Terbaru Lussy Renata
![]() |
| Lussy Renata |
Jakarta, DJC –
Penyanyi dan songwriter asal Jakarta ini
tampil cukup produktif. Setelah merilis beberapa single di bulan Maret kemarin, kali ini Lussy Renata kembali
melepas lagu terbarunya ‘Pesan Terakhir’
yang memiliki makna cukup menyentuh bagi dirinya. Lagu ini resmi di launching di Grand Manhattan Club,
Jakarta Pusat (04/04/26). Karya ini berkisah tak hanya tentang rasa kehilangan,
tetapi juga tentang suara yang tak sempat tersampaikan sebelum kepergian. Dimana
menurut sang penyanyi, tema dasarnya adalah bahwa masih adakah rasa rindu dari
mereka yang ditinggalkan?
“Saya
ingin membalik perspektif. Bagaimana jika kita adalah orang yang pergi, dan
tidak lagi punya kesempatan untuk berbicara? Dan jika kita di posisi orang yang
pergi selamanya, apakah mereka yang kita tinggalkan masih tetap merindukan atau
sekedar datang ke makam kita? Hal ini menjadi pertanyaan besar yang menjadi ide
dasar dari lagu Pesan terakhir ini.”
Ungkap Lussy Renata tentang tema lirik di lagu terbarunya tersebut.
Menurutnya, lagu ini terasa sangat
emosional baginya, karena tak hanya berhubungan dengan rasa yang ada di lubuk
hatinya, juga dari banyak cerita teman di sekitarnya. “Idenya sudah ada sejak
lama, tapi saya sempat mengalami kebuntuan untuk menyelesaikan lirik. Tapi sepertinya
Tuhan menuntun saya, justru saat ada moment penyanyi Vidi Aldiano meninggal,
dimana dengan cepat saya bisa menyelasaikan materi lirik di lagu ini.”
Imbuhnya.
Lagu ini hadir dengan nunasa pop-balllad yang megah, lengkap dengan
balutan nuansa orkestrasi. Apalagi didukung dengan music video yang memperkuat emosi lagu dengan visual yang kontras
antara kehidupan dan kematian. Adegan pernikahan dengan nuansa putih menjadi
simbol kehidupan, sementara suasana duka menggambarkan kehilangan. Dalam cerita
tersebut, Lussy Renata hadir sebagai sosok yang telah tiada—berusaha
menyampaikan pesan terakhir, meski tak lagi bisa didengar.
Melalui lagu ‘Pesan Terakhir’ ini, Lussy Renata berharap para pendengar bisa
merasakan makna dari sebuah kehilangan, dengan presepsi dan rasa masing-masing
pendengarnya. “Saya hanya ingin lagu ini menjadi teman bagi siapa pun yang
pernah merasa kehilangan,” tutupnya. (sTr)


Post a Comment