The SIGIT Datang Lagi, Lepas “Bread & Circus” Awali Era Baru

The SIGIT (istimewa) 

 

Jakarta, DJC – Pengusung indie rock asal kota Bandung ini, akhirnya merilis ‘Bread & Circus’ sebagai single anyar, setelah hampir 6 tahun absen berkarya. Perilisan single mereka ini juga sekaligus menandai new-era band ini, dimana The SIGIT hadir dengan formasi terbaru, dengan bargabungnya Absar Lebeh (gitar), Aghan Sudrajat (bas), dan Raveliza (drum) sebagai personel resmi, menemani Rektivianto Yoewono (vokal, gitar) dan Farri Icksan Wibisana (gitar), dua personel awal The SIGIT yang masih bertahan. Tentu saja dengan masuknya personil baru, mempengaruhi karakter mereka dalam berkarya, yang kini hadir dengan wujud eksplorasi musik dan spektrum terbaru The SIGIT.

            Melalui siaran pers-nya, Rekti mengungkapkan, “Dengan bertambahnya tiga orang baru, ada etos yang berbeda, dinamika komunikasi yang berbeda, yang mana semuanya membutuhkan adaptasi. Kebetulan, proses adaptasi tersebut bisa dijalankan perlahan sambil bermusik,”

Masih hadir dengan racikan guitar-driven rock, namun kali ini semakin kental dengan keterlibatan synthesizer dan instrumen elektronik—sebuah gambaran sempurna dari warna ‘psychedelic rock’ yang akan ditampilkan oleh The SIGIT di era barunya ini. Dimana lagu ini membawa narasi tentang masalah struktural, yakni isu perampasan ruang dan abuse of power terkait pengelolaan sumber daya alam yang serampangan. Single ini juga menjadi pembuka narasi dari ekspresi penulisan The SIGIT di era kini. Sebuah pengingat, bahwa pada akhirnya, alam dan seisinyalah yang menanggung akibatnya.

            Tak hanya muncul kembai di industri musik, perilisan single terbaru mereka di atas, sekaligus menjadi pembuka langkah terbaru The SIGIT. Bagaimana tidak, dengan kekuatan terbaru mereka juga sudah mempersipakan beberapa karya lagi untuk menyusul dirilisnya ‘Bread & Circus’. Tentu saja formasi ini seperti mampu memberi darah segar pada perjalanan musikal band ini.

“Kehadiran mereka jelas membawa nuansa yang berbeda pada hasil akhir karena cara bermain mereka yang sangat berbeda dengan kebiasaan formasi lama. Perspektif dan perbendaharaan musikal merekalah yang membuka cakrawala dalam pembuatan dan aransemen lagu,” tutup Rekti. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.