“Jangan Buang Ibu” Drama Keluarga Menyentuh Tentang Sosok Ibu
Jakarta, DJC –
Banyak novel yang kisahnya kemudian dibesut ke industri film. Seperti novel sukses
berjudul “Jangan Buang Ibu, Nak” yang ditulis oleh Wahyu
Derapriyangga, akhirnya diangkat Leo
Pictures ke layar lebar dengan judul “Jangan Buang Ibu”. Sebuah film drama keluarga
menyentuh ini di sutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu yang sekaligus menulis naskah
skenarionya. Menceritakan perjuangan berat seorang ibu (orang tua tunggal) yang
membesarkan anak-anaknya, tapi berakhir seperti terlupakan di masa tuanya. Menghadirkan
banyak bintang seperti Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori,
Basmalah Gralind, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Fadly Faisal,
Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra. Film ini diproduseri oleh Agung
Saputra, dan didukung Luna Maya, Yasmin Napper, Nur Iman Syafe’i dan Evi
Surahmawati yang bertindak sebagai produser eksekutif .
Berkisah, saat hamil anak yang ke-3,
Ristina (Nirina Zubir) harus menerima
kenyataan pahit ditinggal Ridho (Dwi
Sasono)
sang suami yang menikahi wanita lain. Ristina terpaksa menjual rumahnya dan
merantau ke Jakarta untuk bisa membesarkan 3 anaknya. Setelah anak-anaknya
mulai besar Ridho tiba-tiba datang, bukannya membantu kehidupan keluarganya
yang serba pas-pasan, Ridho malah lari membawa serifikat tanah dan uang
simpanan Ristina. Hal yang tak hanya memperberat beban hidup keluarga, tapi
juga menimbulakn rasa benci dari anak-anaknya pada sosok bapak mereka.
Ristina berusaha keras kerja apapun
untuk anak-anaknya tersebut, hingga ke-3 anaknya bisa menikah dan bekerja. Tama
(Refal Hady) anak pertama
yang paling sukses memiliki kesibukan yang cukup padat, adiknya Dewi (Amanda Manopo)
masih menumpang di rumah mertua, sedangkan si bungsu Tria (Saputra Kori) masih baru mulai
bekerja, dan tinggal di kos kecil bersama istrinya yang hamil muda. Ke-3
anaknya akhirnya bersepakat untuk menitipkan sang ibu di panti, dengan alasan atau
kondisi mereka diatas, walaupun Ristina ingin sekali tinggal dengan anak dan
cucu-nya. Kerinduan akan tinggal dengan keluarga inilah yang membuat batin
seorang Ristina harus lebih sabar, walupun terasa sangat menyakitkan.
Film ini menghadirkan kisah drama
keluarga yang tak hanya emosional, tapi juga menyentuh. Apalagi kisah novel-nya
memiliki kekuatan cerita yang cukup menunjang. Walaupun alur ceritanya tidak
terlalu rumit, tapi sang sutradara sepertinya sengaja membuat alur cerita di
film ini meloncat / flashback secara
random. Tapi disini justru membuat film
ini tak membosankan, dan tidak terjebak di ranah kesedian yang terkesan monoton.
Dukungan
akting para pemeran juga memiliki kekuatan di film ini. Sosok sang ibu yang
diperankan secara apik oleh Nirina Zubir, bahkan saat sosok Ristina menjadi tua,
walau masih terasa kurang pada tata rias untuk mendukung karakter Ristina tua. Apalagi
sosok antagonis di perankan dengan baik oleh Dwi Sasono yang memang melekat
dengan peran-peran sepeti ini. Nama Amanda Manopo tiak hanya menjadi pemanis,
tapi juga memliki andil dengan memerankan sosok Dewi yang stragle di keluarga ini. Sebuah film menarik yang mampu merefleksikan
kasih tak terbatas dari seorang ibu, dari keluarga yang banyak mengalami
tekanan hidup yang berat. (sTr)
“Jangan
Buang Ibu”
Genre : Drama Keluarga
Sutradara : Hadrah Daeng Ratu
Penulis : Hadrah Daeng Ratu
Berdasarkan
: Novel ‘Jangan
Buang Ibu, Nak’ oleh Wahyu Derapriyangga
Produser : Agung Saputra
Produser
Eks. : Luna Maya dan Yasmin Napper, Nur
Iman Syafe’I, Evi Surahmawati.
Cast : Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda
Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia
Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, Humaira Jahra
Produksi : Leo Pictures
Sttls : 17 tahun
Durasi : 119 Menit
Jadwal
Tayang : 25 Jubi 2026


Post a Comment