Audi Kirana Curahakan Segala Emosinya, di Album Debut “Teenagerism”
![]() |
| Audi Kirana (istimewa) |
Jakarta, DJC – Setelah
merilis beberapa single dalam
beberapa tahun terakhir, akhirnya penyanyi sekaligus penulis lagu Audi Kirana
melepas debut “Teenagerism” dibawah
label indie Nepos & Chroniku. Debut album
berisi 8 track ini tak hanya
menggambarkan transformasi yang terus berkembang dari sosok Audi Kirana sebagai
seorang penyanyi, tapi juga bagaimana musisi berusia 20 tahun ini mencurahkan
berbagai masalah personal yang juga emosional di perjalanan hidup dalam
lagu-lagu ciptaanya. Seperti focus track
di album ini ‘Stay’ yang mengungkapkan
perasaan campur aduk di dalam dirinya, saat sang kekasih masih setia
mendampinginya. Dengan menghadirkan semua tanya “apakah kamu mau tetap bersamaku,
membawa semua beban yang kamu miliki, dan melewati proses ini bersama?”
Dan beberapa hal lagi, seperti rasa
kehilangan, ketidak-stabilan emosi, rasa percaya diri, hingga penerimaan, yang
dituangkan dalam lirik yang emosional. Alih-alih menampilkan musik bernuansa
ballad yang manis atau melangkolis, justru kisah ini dihadirkan dengan karakter
musik yang lebih enerjik dengan menghadirkan sound-sound distortif. Bahkan Audi
memilih karakter aransemen bergenre EMO seperti band-band yang menjadi influence-nya
seperti Paramore hingga My Chemical Romance.
Bukan
tampa alasan, selain memag menjadi penggemar band-band tersebut, sisi emosional
di lagu-lagu karyanya juga dirasa pas untuk karakter musik tersebut. “Selain ‘Stay’ banyak lagu yang memang relate
dengan kehidupanku selama ini, mungkin juga relate
dengan banyak orang. Mulai dari diputusin pacar, rasa percaya diri, hubungan
toxic atau saat tiba-tba semua teman aku menghilang. Ini moment yang sangat
emosional yang akhirnya aku tuangkan dalam lirik, dan musik EMO justru mewakili
karakter itu. Enerjik dan powerfull
yang bisa merepresentasikan sisi emosional aku dengan tuntas.” Jelas Audi
Album
ini resmi dirilis pada 10 Juli lalu, di sela-sela kesibukannya kuliah di UK.
Tranformasi Audi tak hanya dari sisi musikalnya, tapi juga pada performa dan
penampilannya yang terasa semakin matang. Peran sang ibu, Feni Rose memiliki
andil besar dalam hal ini, tak hanya mendorong sang anak untuk giat berkarya,
tapi juga terjun langsung dalam pembetukan dan perjalan karir Audi. Termasuk
mendirikan indie label yang akan menaungi langkah karir musikal Audi kirana ke
depan. (sTr)

Post a Comment