Kunto Aji Mulai Era Kuda Hitam Dengan Rilis “bERANI”

Kunto Aji (istimewa) 

 

Jakarta, DJC -  Perjalanan karir seorang musisi tentunya akan terus berkembang. Bahkan beberapa diantaranya hadir dengan memulai fase baru. Kunto Aji, penyanyi sekaligus songwriter ini membuktikannya. Musisi asal Yogyakarta ini sebelumnya  dikenal lewat karya-karya yang banyak mengajak pendengarnya masuk ke ruang refleksi personal, Kali ini Kunto Aji hadir ke fase berikutnya saat merilis ‘bERANI’ (25/07/26) dengan hadirkan nuansa musik ala MTV 2000-an awal. Sebuah single yang dipilih sebagai pembuka untuk album “Kuda Hitam” yang merupakan album studio ke-empatnya. Dimana lagu ini jadi langkah awal dari perjalanan baru yang menempatkan keberanian sebagai sesuatu yang sederhana namun penting: tetap hadir, tetap menjaga, dan tetap memilih orang yang dicintai.

Single ini tetap bertema cinta, yang berangkat dari keinginan sederhana untuk tetap memilih, menjaga, dan menemani orang yang dicintai. Alih-alih membicarakan kecemasan tersebut secara gamblang, musisi ini memilih untuk membungkusnya dalam sebuah lagu cinta. Gagasan tersebut lahir dari pengalaman personal Kunto Aji sebagai seorang suami dan ayah, yang kerap dihadapkan pada kekhawatiran tentang masa depan dan hal-hal yang berada di luar kendalinya.

Melalui siaran pers-nya, musisi ini mengungkapkan, “Buat saya, ‘bERANI’ adalah pengingat untuk tetap hadir menjalani hidup, menjaga orang-orang yang kita sayangi, dan menemukan ruang untuk bersenang-senang di tengah semua itu. Akan selalu ada cobaan, nggak semua hal bisa kita kendalikan. Tapi selama kita masih bisa berjalan bersama, saya rasa kita masih punya alasan untuk berani,”

Di tengah rasa khawatir tersebut, ia menemukan bahwa keberanian bukanlah tindakan besar yang heroik, melainkan pilihan yang terus diambil setiap hari. Dalam situasi yang tidak selalu pasti, keberanian hadir dalam bentuk yang sederhana: memilih untuk tetap tinggal, menjaga, dan berjalan bersama. Melalui lirik seperti “sehancur apapun itu, aku akan menjagamu” dan “kita mulai lagi dari puing-puing”, Kunto Aji menempatkan dirinya bukan sebagai pengamat ataupun narator, melainkan sebagai sosok orang pertama yang sedang berjanji. Janji untuk tetap berdiri di sisi orang yang dicintainya,sekaligus menerima tanggung jawab yang datang bersama pilihan tersebut. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.