Tantri Ber-solo Karier dengan Lepas Single Emosional “Ibu Pekerja”

Tantri (istimewa)

 

Jakarta, DJC – Saat seorang musisi akhirnya merilis solo karier untuk melanjutkan perjalanan musikalnya adalah hal yang wajar, walau band tempatnya tumbuh dan besar terhitung masih aktif. Adalah Tantri, vokalis dari band rock Kotak yang memulai langkah solo karier-nya dengan merilis ‘Ibu Pekerja’ sebuah lagu yang terasa sangat personal bagi penyanyi yang memiliki vocal powerfull ini. Diman Tantri manggambarkan potret jujur tentang kehidupannya sebagai seorang ibu yang berusaha menyeimbangkan peran antara pekerjaan, keluarga dan dirinya sendiri. Menjadikan sebuah gambaran berbeda yang terkesan lebih sunyi, lebih reflektif, dan jauh lebih manusiawi, jika dibandingkan dengan performa-nya yang selama ini dikenal cukup enerjik di atas panggung bersama band-nya.

            Lagu yang diciptakanya sendiri bersama sang suami Arda Hatna ini sangat merefleksikan perjalan hidupnya sejuh ini, saat muncul rasa bersalah ketika harus meninggalkan anak atau keluarga demi pekerjaan, kelelahan yang disembunyikan di balik senyuman, serta perjuangan untuk menerima bahwa ternyata tidak ada ibu yang benar-benar sempurna .

Di balik semua itu, lagu ini juga membawa satu kenyataan yang sering dilupakan bahwa hidup tidak selalu cukup hanya dengan nasihat untuk bersabar. Ada tanggung jawab yang harus dipikul, ada kebutuhan yang harus dipenuhi, dan ada rezeki yang harus dijemput untuk menghidupi banyak nyawa di rumah. Bagi banyak ibu, bekerja bukan sekedar pilihan, melainkan bentuk cinta yang paling nyata.

Dengan dirilisnya single ini, Tantri tidak mencoba menghadirkan sosok ibu yang ideal. Sebaliknya, ia justru merayakan ketidaksempurnaan itu. ‘Ibu Pekerja’ adalah pengakuan jujur bahwa menjadi ibu sekaligus perempuan yang tetap berkarya adalah perjalanan yang penuh dilemma, namun juga penuh cinta. Proyek solo ini juga menjadi ruang ekspresi baru bagi Tantri, sebuah ruang yang lebih intim untuk bercerita, tanpa persona panggung yang selama ini melekat padanya. Dengan nuansa musik yang lebih personal dan lirik yang dekat dengan realitas banyak perempuan. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.