“The Death Of Robin Hood” Sisi Kelam Sang Pahlawan


 

Jakarta, DJC – Sosok Robin Hood, sang pahlawan legendaris pembela rakyat kecil dari Inggris, menjadi inspirasi banyak judul film. Beberapa diantaranya mendapat kesuksesan luar biasa. Tapi bagaimana jadinya jika sosok heroik ini digambarkan berbeda dengan banyak kisah yang sudah beredar. Hal ini lahir dari tangan sutradara sekaligus penulis naskah Michael Sarnoski di film “The Death Of Robin Hood”, dimana kisah film ini di adaptasi dari Robin Hood's Death karya Anonymous. Sosok Robin Hood di film ini justru digambarkan sebagai seorang yang bisa bertindak brutal tanpa konproni jika menghadpi lawan-lawannya, walaupun aksi kepahlawanan masih ditampilkan. Robin hood dibesut dalam film Action-Thriller yang bernuansa dark. Dibintangi oleh aktor kawakan Hugh Jackman yang juga bertindak sebagai produser. Dan juga beberapa pemeran lain seperti Jodie Comer, Bill Skarsgård, Murray Bartlett, dan Noah Jupe.

            Berkisah, di masa tua Robin Hood (Hugh Jackman) yang namanya tak mau dikenal orang lagi, ternyata tidak bisa merasakan hidup tenang. Karena selalu ada ancaman dari musuh-musuh masa lalu yang terus mengintai. Tapi Robin Hood selalu melawan setiap musuhnya tanpa kompromi dan cenderung brutal. Bahkan jika harus meghadapi anak-anak musuh sekalipun. Di masa tua ini, Robin Hood selalu menyangkal bahwa dirinya adalah pahlawan pembela orang lemah, padahal faktanya kisah hdupnya tak seromantis itu. Sampai suatu hari, ia harus bertempur meyelamatkan keluarga sahabatnya, Litle John (Bill Skarsgård) yang disandra musuh. Tapi keduanya hanya bisa menyelamtakan putri Litle John, Margareth (Faith Delaney).

            Gelombang pembalasan musuh masa lalunya tak terbendung, yang membuat Robin Hood cidera parah saat melawan mereka. Susah payah Litle John dan Margaret membawanya ke sebuah biara di tengah pulau terpencil, yang dikenal mampu mengobati berbagai penyakit. Di biara pimpinan Sister Brigid (Jodie Comer) ini, justru Robin Hood menemukan jati diri dan kedamianan. Tapi hal ini tetap tak membuat hidupnya aman dari balas dendam musuh, karena kekejaman masa lalunya. Apalagi Robin Hood juga harus melindungi Margaret yang akhirnya juga menetap di biara ini.

            Kisah sekitar abad 17-an ini menggambarkan nuansa berbeda dari sosok pahlawan jago panah bernama Robin Hood. Tak hanya menampilkan sisi liar dan tanpa kompromomi, film ini juga menghadirkan nuansa psikologis yang kelam. Walaupun secara garis besar, cerita dari sosok Robin Hood tak jauh beda dengan versi yang sering kita lihat. Michael Sarnoski sengaja membesut kisah ini lebih kelam. Tak hanya perwujudan sang Robin Hood yang bisa jadi berbalik dengan versi umum, tapi juga didukung dengan teknik cinematography apik yang banyak menampakan nuansa kelam dan magis. Belum lagi aksi perkelahian yang ditampilkan sangat brutal. Membuat film ini tak hanya terkesan dark, tapi terasa lebih kuat nuansa psikologis-nya ketimbang karakter heroik atau action.

            Kekuatan akting Hugh Jackman mampu memberikan selling point di film ini. Sanggup memerankan tokoh Robin Hood tua yang problematik, tanpa kehilangan aksi laga yang menegangkan. Kamu tak bisa menyaksikan film ini sambil lalu, atau sambil ngemil popcorns santai. Harus berkonsentrasi untuk menikmati stiap detail kengerian dari pertarungan yang dihadirkan, dan juga menikmati nuansa kelam yang menghiasi gambar sepanjang film. Belum lagi beberapa metafora yang dihadirkan dalam kisah ini. Sebuah film action-Thriller bernuansa psikologis dan juga magis, munculkan sosok pahlawan yang kita kenal dari sisi yang tak terbayangkan sebelumnya, dengan ending menarik diluar perkiraan. (sTr)

 


“The Death Of Robin Hood”

Genre               : Action, Thriller

Sutradara                     Michael Sarnoski

Penulis             Michael Sarnoski

Base  on           : Robin Hood's Death by Anonymous

Produser          Aaron Ryder, Andrew Swett, Alexander Black, Hugh Jackman

Cast                 Hugh Jackman, Jodie Comer, Bill Skarsgård, Murray Bartlett, Noah Jupe

Produksi          : Lyrical Media, RPC

Distribusi         : A24

Sttls                  : 17 tahun

Durasi              : 122 Menit

Jadwal Tayang : 03 Juli 2026

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.