Dengan Image Beda, Uty Rilis ‘Pacar Virtual’

Uty (istimewa)

 

Jakarta, DJC – Setiap musisi tentunya memiliki gaya dan karakter dengan ciri masing-masing. Seperti penyanyi wanita yang termasuk pendatang baru ini, bukan menampilkan wajah tapi Uty justru punya cara yang unik yaitu menggunakan topeng sebagai identitas panggungnya. Akan tetapi Uty menunjukkan keseriusannya, dengan langsung merilis debut EP, dan memperkenalkan single unggulan bertajuk ‘Pacar Virtual’ dimana judul single ini juga menjadi title untuk debut mini albumnya tersebut. Lagu yang ditulis oleh Lilik Astuti dari WYG Production, managemen yang menaungi rilisan Uty. Sebuah lagu berkisah tentang sepasang kekasih yang dipertemukan lewat gawai. Kisah yang dirasa cukup relate dengan kondisi perkembangan jaman digital di saat ini.

            Pilihan Uty menggunakan penampilan yang berbeda (menggunakan topeng) tentu dengan berbagai pertimbangan. Bukan sekadar gimmick atau gaya visual saja, akan tetapi menjadi simbol perjalanan artistik yang ingin dibangun Uty, yaitu kejujuran, kebebasan, dan musik yang berbicara lebih lantang daripada wajah. Baginya, topeng menjadi representasi kebebasan berekspresi tanpa terikat penampilan fisik.

Melalui siaran pers-nya, Uty menjelaskan penampilannya, “Saya menggunakan topeng bukan untuk menyembunyikan siapa saya, tapi untuk membiarkan musik saya berbicara lebih jujur. Saya ingin orang-orang lebih fokus untuk mengenal karya-karya saya”,

            Pada perjalanan karir bermusiknya Uty sebelumnya sudah merilis 2 single Pop yang easy listening. Pertama kali melangkah ke industri musik, Uty melepas single debut berjudul ‘Panggil Namaku’. Selanjutnya merilis lagu berjudul ‘Berserah’. Dan di pertengahan tahun 2026 ini, Uty memutuskan untuk menampilkan karya-karya barunya dalam sebuah mini album yang berisi 4 buah lagu antara lain, ‘Pacar Virtual’, ‘Entah kapan’, ‘Berat Yang Indah’ dan 1 lagu yang diambil dari single yang sudah dirili sebelumnya ‘Panggil Namaku’.

Untuk lagu unggulan di EP ini ‘Pacar Virtual’ melibatkan musisi muda, Raditya Ibrahim di sisi aransemen. Lagu ini tetap menghadirkan genre Pop, tapi dengan sentuhan musik Amerika Latin. Menariknya, lagu ini diawali dengan petikan gitar ala-ala musik Spanyol dan alunan musik menggoda dan mengajak pendengar untuk berdansa dan menikmati lagu ini sampai akhir. Meski begitu, lagu ini tetap terasa easy listening dan diras akan mudah diterima oleh pendengar dari berbagai kalangan. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.