Lafa Pratomo Gaet Feby Putri & Matter Mos Menuju Ep “Garis Tegak”

Lafa Pratomo Gaet Feby Putri & Matter Mos (istimewa)

 

Jakarta,  DJC – Beberapa saat lalu Lafa Pratomo memperkenalkan proyek EP “Garis Tegak” yang membuka perjalanannya muskilanya dengan mmengajak kolaborasi musisi lintas genre; Feby Putri dan Matter Mos. Single bertajuk ‘Seperti Angka 8’ menjadi kolaborasi ke 3 musisi ini dan resmi dirlis pada 4 Agustus 2026 ini. Bagi Latif Pratomo EP “Garis Tegak” lahir dari keinginannya untuk merayakan perjalanan selama 12 tahun sebagai produser dengan mengajak musisi lain berkerjasama dan berkolaborasi. Alih-alih menempatkan para kolaborator sebagai penyanyi tamu, setiap lagu dibangun melalui proses workshop yang mempertemukan seluruh kreator dalam ruang yang setara, tanpa lagu jadi maupun konsep yang telah ditentukan sebelumnya. Semangat kolektif inilah yang melahirkan EP “Garis Tegak”.

Melalui siaran per-nya, Lafa mengungkapkan proyek ini berangkat dari kegelisahan yang sama-sama dirasakan banyak orang hari ini: bagaimana bertahan di tengah kehidupan yang terus berubah. Gagasan tersebut kemudian menjadi benang merah yang hubungkan keenam lagu. "EP ini jadi lambang dari resiliensi. Gue melihat posisi gue, tim gue, dan teman-teman kolaborator ada di posisi yang sama. Mungkin kita kelas menengah yang sekarang hidupnya ya bertahan aja. Cara gue melawan adalah bagaimana gue bisa bertahan dan gimana teman-teman di sekitar gue juga bisa bertahan. Setiap lagu akhirnya menyampaikan resiliensi dari sudut pandang yang berbeda-beda,"  ungkap Lafa.

            Sedangkan menurut Feby Putri, penyanyi-penulis lagu yang menjadi salah satu kolaborator dalam single tersebut, kebertahanan berangkat dari pengalamannya merantau ke Jakarta. Jalan hidup yang semula terasa menjauh dari tujuan justru membawanya bertemu dengan pasangan hidup yang kini menjadi tempatnya bertumbuh bersama

"Saat pertama kali merantau ke Jakarta, aku merasa berjalan sendirian menuju tujuan yang kupikir sudah jelas. Ternyata aku harus melewati banyak jalan lain dulu hanya untuk bertahan hidup. Di perjalanan itu aku bertemu seseorang yang kemudian menemaniku hingga akhirnya kami jatuh hati dan menikah. Bertahun-tahun bersama, rasanya kami sudah mengenal bagaimana kehidupan bisa sangat goyah. Tapi kami percaya semuanya akan baik-baik saja, selama kami tetap saling membersamai,"

"Resiliensi buat gue adalah posisi di mana kita berada. Kita memahami bahwa kita punya poros yang membuat kita terus berjuang. Di lagu ini, kami menerjemahkannya menjadi pemahaman bahwa sekarang pasangan kitalah yang menjadi akar yang membuat kita tetap bertahan. Resiliensi bisa hadir lewat komitmen," tutup Matter Mos. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.