“Motor City” Cinta Berdarah Sophia

motor city film.jpg Jakarta, DJC – Apa yang terpikirkan jika berbicara tentang film bisu? Pasti terbayang film hitam putih era Charlie Caplin di tahun 1950-an. Tapi sutradara Potsy Ponciroli justru berani membesutnya di film “Motor City” yang akan tayang di bioskop tanah air pada 26 Agustus ini dengan konsep tanpa dialog. Film yang bergenre action-thriller ini sebenarnya bukan film bisu, tapi minim dialog (di-bisukan). Bahkan sepanjang cerita yang mengambil latar belakan ganster era 70-an ini hadir hampir tanpa dialog sedikitpun, diganti dengan soundtrack atau suara latar belakang di sekitar cerita. Hal yang cukup berani dan inovatif, bagaimana sang sutradara seperti mengajak pemirsa untuk menentukan dialog atau cerita sesuai presepsi masing-masing karena tak ada satupun dialog yang ditampilkan dalam cerita di film ini. Film ber-genre ini tentu menawarkan ketegangan dan keseruan, yang memilih cast antara lain Ben Foster, Alan Ritchson, Shailene Woodley, Pablo Schreiber, dan Lionel Boyce Berkisah, John Miller (Alan Ritchson), mantan veteran perang jatuh cinta pada Sophia (Shailene Woodley), kekasih Reynolds (Ben Foster) seorang gembong kriminal yang sangat berkuasa di kota Detroit. Disisi lain Sophia juga bosan dengan kehidupan bersama Reynolds yang penuh kekerasan, dan akhirnya memilih lari bersama John Miller. Tak terima kekasihnya direbut, Reynolds bekerjasama dengan polisi yang menjadi backing kejahatannya selama ini, untuk menjebak John Miller dan dikirim kedalam penjara. Saat di dalam penjara, John Miller terus mendapat berbagai informasi tentang Reynolds yang ternyata membawa kembali Sophia ke pangkuannya. Dengan kekesalan yang menumpuk, John Miller dibantu teman-teman semasa di militer melarikan diri dari penjara, yang kemudian memburu Reynolds untuk membalas dendam dan merebut kembali Sophia. Walaupun hal ini tak mudah, sebab Ressynolds tak hanya dijaga pasukan kriminal bersenjata, tapi juga backing dari aparat kepolisian. Seperti yang tertulis diatas sang sutradara tidak menampilkan dialog sama sekali yang diganti dengan soundtrack lagu atau background suara di sekitar kejadian. Tapi bukan berarti cerita di film ini tak mudah dimengerti. Dengan alur cerita yang runtut, ekspresi dan bahasa tubuh masing-masing pemeran, hingga suasana yang dihadirkan di setiap adegan cukup untuk membuat kisah di film ini mudah dimengerti, dan dengan catatan pemirsa diajak / dilibatkan menentukan atau merepresentasikan setiap dialog yang dibisukan menurut presepsi masing-masing. Keterlibatan secara emosional pemirsa ini-lah yang membuat “Motor City” semakin menarik dan akan sanggup membuat penasaran dan berkonsentrasi dari awal sampai akhir. Sebuah keberanian sutradara yang patut di apresiasi. Dengan genre action-thriller tentu saja film ini masih mampu menampilkan ketegangan dan keseruan dari berbagai adegan baku tembak dan perkelahian tangan kosong yang terkesan brutal. Apalagi diperangkan oleh aktor-aktor laga yang cukup punya reputasi. Belum lagi Potsy Ponciroli mampu menghadirkan nuansa tahun 70-an sangat real. Mulai dari gaya pakaian, potongan rambut hingga nuansa Detroit jadul yang terekspose dengan apik. Sebuah film laga yang dikemas cukup inobatif yang wajib ditonton bagai penggemar film bergnere ini. (sTr) “Motor City” Jenis Film : Action-thriller Sutradara : Potsy Ponciroli Produser : Greg Silverman, Jon Berg, Cliff Roberts, Chad St. John. Alan Ritchson, Joshua Harris Penulis : Chad St. John Casts : Ben Foster, Alan Ritchson, Shailene Woodley, Pablo Schreiber, Lionel Boyce Produksi : Stampede Ventures, Black Bear Distribusi : Independent Film Company STLS : 17 th, Durasi : 103 Menit Jadwal Tayang: 26 Agustus
Diberdayakan oleh Blogger.