Indosat Dan Sarkodit Hadirkan Karya Seni “Peran-Tara” di Ideafast 2026
Jakarta, DJC – Kehadiran AI atau
kecerdasan artifisial (artificial intelligence) dirasa semakin canggih. Akan tetapi
bagaimanakah peranan manusia sejauh ini, jika algoritma bahkan bisa membantu
kita mengambil keputusan. Akankah kreativitas menusia akan terpingirkan? Hal
ini tentu menjadi pertanyaan banyak kalangan, termasuk perusahaan telekomunikasi Indosat
Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) yanag membawa pertanyaan ini kegelaran
Ideafest 2026: Re-Humanize melalui
gagasan “Heartware Inside the
Hardware”. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap hardware,
sistem, algoritma, dan AI, selalu ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh
mesin: manusia, dengan rasa ingin tahu, kreativitas, imajinasi, nilai, dan
kebijaksanaannya untuk menentukan arah. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan
dengan cara yang lebih artistik melalui kolaborasi Indosat bersama seniman
Indonesia Sarkodit, lewat karya instalasi bertajuk “Peran-Tara”.
Nama Peran-Tara sendiri
merupakan permainan makna. Ia berbicara tentang peran
manusia sekaligus tara, akal dan kebijaksanaan yang kita
gunakan untuk memilih, menentukan arah, dan memberi makna pada apa yang kita
ciptakan. Karena pada akhirnya, teknologi mungkin bisa membawa kita ke mana
saja, tetapi manusialah yang tetap harus menentukan arah dan tujuannya. Melalui Peran-Tara,
Sarkodit juga merekam perjalanan Indosat dari waktu ke waktu. Sebuah perjalanan
tentang konektivitas yang terus berkembang, dari menghubungkan Indonesia dengan
dunia, hingga membuka kemungkinan-kemungkinan baru melalui teknologi.
Di booth Indosat, pada gelaran Ideafest 2026 (05/08/26) pada audiens
yang hadir Sarkodit mengatakan, “Ketika Indosat membawa gagasan Heartware
Inside the Hardware, saya melihatnya sebagai ajakan untuk kembali melihat
teknologi dari sisi manusia. Teknologi bisa terus berubah dan semakin canggih,
tetapi selalu ada manusia di baliknya yang memiliki ide, membuat pilihan,
memberikan makna, dan menentukan akan dibawa ke mana teknologi tersebut. Dari
situlah Peran-Tara lahir sebagai interpretasi saya terhadap gagasan
tersebut.”
Sedangngkan bagi Indosat, teknologi
harus membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia, mulai dari belajar,
bekerja, berkarya, dan terhubung. Semangat inilah yang terus menjadi bagian
dari perjalanan Indosat, dari menghubungkan Indonesia dengan dunia hingga
menghadirkan inovasi dan AI yang memberi manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison,
menambahkan, “Peran-Tara selaras dengan peran Indosat sebagai penghubung
antara teknologi terbaik dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Bagi kami,
teknologi, termasuk AI, akan lebih berarti ketika membawa manfaat nyata bagi
kehidupan manusia. Semangat ini sejalan dengan #LebihBaikIndosat, bahwa
kemutakhiran teknologi pada akhirnya harus membuka lebih banyak kemungkinan
bagi manusia.” (sTr)


Post a Comment