Punkesmas Lepas "Baca Pikir Lihat" Seruan Untuk Sadar Literasi

Punkesmas (istimewa)

 

Jakarta, DJC – Skena punk terus bermuculan, salah satunya dari kota Karawang. Band berawak Anzarriva dan Bayu (vocal), Eris Ristendi (gitar), Anggi (bass) serta Apas (drum) ini mencoba bersuara untuk sadar literasi ditengah era digital saat ini, dengan melepas single bertajuk ‘Baca Pikir Lihat’. Tentu saja mereka menghadirkan lirik yang lugas saat mencoba mengungkapkan fenomena tersebut. Dimana di single ini, Punkesmas tidak hanya menampilkan distorsi kencang dan tempo cepat khas punk, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya literasi dan akal sehat sebagai senjata perlawanan paling berbahaya di era informasi.

Dalam proses produksi, single ini digarap oleh gitaris Eris Ristendi, yang bertindak sebagai pencipta lagu sekaligus arsitek aransemen. Formula musik yang yang digarapnya memadukan energi moshpit dengan kesadaran kritis, menjadikan lagu ‘Baca Pikir Lihat’ lebih dari sekadar lagu punk biasa. Fondasi ritme diperkuat oleh dentuman bass Anggi dan gempuran drum presisi milik Apas, sementara garis depan diisi oleh duet vokal Anzarriva dan Bayu Guntara. Keduanya mengeksekusi lirik dengan gaya artikulatif, lugas, dan penuh intonasi gertakan, menambah daya ledak pesan yang ingin disampaikan.

Melalui siaran pers-nya Eris mengungkapkan, "Kami melihat banyak orang bersuara keras seolah tahu semua hal, padahal cuma ikut arus tanpa tahu asalnya. Lewat lagu ini, kami ingin menegaskan kalau perlawanan paling nyata hari ini adalah dengan berpikir kritis dan membaca data."

            Sedangkan menurut Bayu, menambahkan, "Mereka yang berkuasa itu sebenarnya tidak takut pada materi, tapi takut pada orang yang mulai berpikir. Karena satu kepala yang benar-benar sadar punya kekuatan besar untuk mengguncang peta permainan mereka."

Melalui single terbarunya tersebut, Punkesmas menyoroti fenomena kepatuhan buta dan kemalasan berpikir yang kerap menjangkiti masyarakat modern. Alih-alih sekadar berteriak menolak otoritas tanpa arah, band ini menyodorkan cetak biru perlawanan yang elegan: mempelajari sejarah, hukum, ekonomi, hingga sains dan logika. (sTr)

Diberdayakan oleh Blogger.