Tak Hanya Coffee Shop, Diantara Sore Juga Menjadi Ruang Kreatif Baru Anak Jaksel
Jakarta, DJC – Coffee Shop menjadi tempat nongkrong yang asyik bagi semua kalangan. Apa jadinya jika sebuah coffee shop tak hanya enak buat nongkrong, akan tetapi juga bisa menjadi sarana kreatif bagi berbagai komunitas? Adalah Diantara Sore, sebuah tempat nongkrong yang tak hanya seru, tapi menyediakan ruang kreatif yang lebih luas. Tempat tongkronagan yang berada di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini merupakan sebuah creative hub yang menggabungkan konsep coffee, bar, eatery, dan ruang kreatif. Dimana di tempat ini tak hanya buat ngopi santai atau nongkroang, tapi memadukan pengalaman kuliner dengan ekosistem kreatif. Ruang ini dirancang untuk menjadi tempat berkumpulnya berbagai aktivitas kreatif, mulai dari musik, audio visual, film, literasi, hingga kegiatan komunitas.
Diantara Sore mulai menyapa anak Jaksel (Jakarta Selatan) dengan menggelar soft launching yang dislengarakan pada 10 September 2026. Soft launching ini tak hanya menggundang berbagai komunitas kreatif, tapi juga berkolaborasi bersama Circle Gigs, sebuah wadah yang mempertemukan komunitas dan pelaku kreatif melalui musik serta berbagai karya. Menampilkan beberapa talent sekaligus menjadi sarana hiburan bagi audiens yang hadir. Para performer ini tidak cuma tampil untuk menghibur, tetapi juga memiliki karya dan identitas musikal masing-masing. Mereka yang tampil di acara ini antara lain; Ully n D’Gang, Regar, Ego, Manipol dan Ahonk.
Kehadiran para musisi tersebut menjadi bagian dari semangat Diantara Sore dalam memberikan ruang apresiasi sekaligus ruang tumbuh bagi para pelaku musik dan komunitaskreatif. Menurut Memet, Chief Business Officer (CBO) dari Otak Kanan Nusantara (OKN), perusahaan yang menaungi lini bisnis Diantara Sore, mengungkapkan bahwa Diantara Sore lahir dari sebuah gagasan sederhana: bahwa sebuah tempat dapat menjadi lebih berarti ketika mampu mempertemukan orang, ide, dan karya.
“Nama Diantara Sore sendiri membawa filosofi tentang sebuah ruang dan waktu untuk berhenti sejenak. Sore menjadi simbol sebuah momen peralihan ketika aktivitas mulai melambat, orang memiliki kesempatan untuk bertemu, berbincang, menikmati karya, dan menemukan inspirasi baru. Karena bagi Diantara Sore, setiap karya membutuhkan ruang, setiap komunitas membutuhkan tempat untuk bertemu, dan setiap pertemuan bisa menjadi awal darisebuah cerita,” Ungkap Memet lebih lanjut.
Rencana ke-depannya, Diantara Sore akan terus membuka ruang kolaborasi dengan musisi, komunitas, kreator, filmmaker, seniman, maupun berbagai pelaku industri kreatif. Karena Diantara Sore memiliki visi untuk menjadi salah satu ruang yang mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif melalui musik, audio visual, film, literasi, komunitas, serta berbagai bentuk kolaborasi kreatif lainnya. (sTr)
Post a Comment