Yura Yunita Lepas “Pertiwi” Tentang Kehilangan Keberanian Bersuara

Yura Yunita (istimewa)

 Jakarta, DJC – Penyanyi fenomenal asal kota Bandung ini, kembali merilis single terbaru bertajuk ‘Pertiwi’. Sebuah lagu yang merupakan kolaborasi lanjutan dengan sang suami. Karena lagu ini memang ditulis oleh Donne. dengan notasi dari Yura. Dimana lagu ini lebur menjadi milik siapa saja yang pernah kehilangan keberanian bersuara. Lewat sentuhan Iwan Popo sebagai produser musik, aransemennya hadir megah, tetap tidak sibuk pamer. Keseluruhan aransemen membiarkan perasaan tumbuh pelan-pelan hingga dada terasa penuh. Suara Yura terdengar seperti seseorang yang tengah menjaga diri tetap tegak, mengumpulkan sisa keberanian untuk berseru lebih keras.

            Menurutnya, lagu ini justru baru mulai bekerja setelah sunyi datang. Awalnya, ada keinginan untuk mencatat tentang musik, lirik, dan cara Yura menyanyikannya. Tapi beberapa menit setelah lagu selesai didengar, catatan itu tak lagi penting. Yang tertinggal bukan pertanyaan tentang bagaimana lagu ini dibuat, melainkan sebuah perasaan—seperti baru saja membuka pintu menuju ruang yang selama ini sengaja kita hindari. Di sana ada gelap yang pernah kita simpan. Ada kalimat yang bertahun-tahun hanya sampai di tenggorokan. Ada kemarahan yang dirapikan, dan kekuatan yang membuat tangan gemetar saat akhirnya kita mencoba mengatakan apa yang kita percaya.

Menariknya, lagu ini seolah tak ingin memiliki satu tafsir. Seseorang mungkin teringat pada keadaan sekitarnya. Pada ibunya. Pada perempuan-perempuan yang memilih diam. Pada ketidakadilan yang tak sanggup dilawan. Atau, pada dirinya sendiri. Di masa ketika semua hal ingin segera dijelaskan, ‘Pertiwi’ lebih baik dibiarkan sedikit liar dan bertemu sendiri dengan pengalaman hidup pendengarnya.

“Dengarkan dan nikmati saja lagu dan video musiknya. Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai. Lalu tunggu beberapa detik dalam hening. Perhatikan siapa yang muncul di kepala. Perhatikan bagian mana yang membuat dada kamu terasa sesak.” Ungkap Yura tentang lagu ini untuk semua pendengarnya. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.