Cinta Tak Sederhana Nabila Taqiyyah Di Lagu “Tak Semudah Hompimpa”

Nabila Taqiyyah (istimewa)

 Jakarta, DJC - Penynayi yang merupakan runner-up ajang pencarian bakat, Indonesian Idol musim kedua belas, tahun 2022–2023 ini, merilis single terbaru ‘Tak Semudah Hompimpa’, dibawah bendera Universal Music Indonesia. Merupakan sebuah pop ballad emosional yang menjadikan permainan masa kecil sebagai metafora tentang cinta, kehilangan, dan penantian. Di lagu terbarunya ini, Nabila Taqiyyah berusaha menyuarakan seseorang yang tetap bertahan di tempat yang sama, hingga perlahan menyadari bahwa orang yang ditunggunya telah berhenti mencari.

Lagu ini menggambarkan hubungan yang tidak berakhir karena pertengkaran besar atau ucapan perpisahan, melainkan memudar secara perlahan. Percakapan semakin singkat, tawa menghilang dari sambungan telepon, dan balasan yang dahulu hangat berubah menjadi kata-kata pendek tanpa kepastian. Orang tersebut belum benar-benar pergi, tetapi kehadirannya sudah tidak lagi terasa sama. Jarak di antara mereka pun tidak diukur melalui tempat, melainkan melalui diam yang semakin panjang.

“Lalu ku hitung satu sampai tiga, Tapi mengapa kau tak muncul juga? Kau di mana?” Melalui penggalan tersebut, Nabila menggambarkan penantian yang semula dipenuhi harapan, tetapi perlahan berubah menjadi pertanyaan tanpa jawaban. Hitungan yang biasanya menandai dimulainya sebuah permainan justru menjadi simbol waktu yang terus berjalan, sementara orang yang dinantikan tak kunjung kembali.

Tampil dengan karakter vokal yang hangat dan ekspresif menjadi pusat dari lagu ini. Setiap emosi disampaikan secara intim, seolah ia sedang membacakan isi hati seseorang yang telah terlalu lama menunggu kepastian. “Mudah saja, Temukan aku pasti di sana, Lagipula ku takkan ke mana…”. Lagu ‘Tak Semudah Hompimpa’ hadir sebagai surat cinta sekaligus perpisahan yang tenang. Lagu ini mewakili mereka yang kehilangan seseorang tanpa pernah benar-benar melihatnya pergi, serta mereka yang harus menerima bahwa diam pun dapat menjadi sebuah jawaban. Pada akhirnya, Nabila mengingatkan bahwa cinta tidak selalu sesederhana permainan masa kecil. (sTr)

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.