“Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” Kisah Sekuel Horror Eksorsisme di Layar IMAX


 Jakarta, DJC – Kesuksessan film eksorsisme di Indonesia “Kuasa Gelap” (2024), membuat rumah produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment akhirnya merilis sekuel-nya, dan kali ini bertajuk “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” yang akan tayang pada 08 Oktober 2026 ini di seluruh bioskop Indonesia. Keduanya menggandeng juga Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway. Walaupun masih mempertahankan ‘wajah lama’ seperti Robert Ronny sebagai penulis dan produser, juga aktor utama Lukman Sardi dan Jerome Kurnia, justru di film ini menggaet banyak ‘nama baru’. Misalnya Rizal Mantovani yang didapuk sebagai sutradara, Prima Taufik sebagai produser serta Andri Cahyadi sebagai penulis, juga jajaran eksekutif produser seperti Andi Boediman, Arya Setiadharma, Acha Septriasa, Jerome Kurnia, Steven Sugianto, Vicky Saputra, dan Nelson Mok. Dan tentunya jajaran cast baru yang turut memperkuat film ini, yang antara lain, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

            Beberapa nama baru ini justru mampu memberikan perkembangan yang signifikan. Dimana film “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” ini berhasil menggebrak dengan terobosan baru lewat horor eksorsisme Indonesia yang skalanya lebih besar dan naik kelas! Yaitu bisa tayang di layar besar IMAX. Satu dari sedikit film Indonesia yang bisa tampil di layar IMAX. Di film ini penonton akan mendapatkan teror entitas kuno Rephaim yang kembali datang untuk menuntut apa yang telah diperbuat leluhur manusia di masa lalu.

Saat menggelar press screening, di XXI Gandaria City, Jakarta Selatan (28/09/26), produser eksekutif Andi Boediman. Mengungkapkan, “Tidak banyak film Indonesia yang bisa hadir sekaligus di IMAX, 4DX, dan Magnify 8. Ketiga format ini punya standar kualitas yang ketat, dan fakta bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah bisa lolos dari ketiganya adalah pernyataan tentang ke mana produksi film Indonesia bisa pergi. Cerita Indonesia layak mendapat panggung terbesar.”

Sedangkan menurut penulis dan produser Robert Ronny, menambakan, “Kami selalu ingin membuat film yang relatable untuk penonton. Dengan kondisi Indonesia seperti sekarang ini saya yakin banyak orang yang akan merasa relate dengan karakter Halim yang merasa frustasi dan powerless, yang akhirnya kehilangan imannya. Di film ini kami mencoba untuk mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada untuk kita dan Tuhan selalu setia menunggu kita untuk kembali ke jalan-Nya.”

“Di film ini, ada karakter yang membawa teror sangat besar, dari sebuah entitas kuno, bernama Rephaim. Rephaim sebenarnya terikat pada dominion (wilayah) lokasi tempat mereka berada. Sebab itu, di film ini, terornya bukan hanya pada satu keluarga tapi seluruh kota. Mewujudkan teror dengan skala besar inilah yang juga menjadi tantangan. Di film ini, Rephaim ingin disembah oleh manusia, dengan kompensasi berupa nyawa, dan ini akan selalu menjadi pengingat kita bahwa setiap perbuatan selalu akan ada konsekuensinya, termasuk dosa yang kita perbuat,” imbuh sutradara Rizal Mantovani.

            Berkisah, Romo Rendra (Lukman Sardi) yang bisa melakukan eksorsis (pengusiran setan) dipanggil oleh Sister Aloysia (Lydia Kandou) di panti tempat masa kecilnya tumbuh. Sister Aloysia menceritakan bahwa dirinya diminta bantuan salah satu jemaatnya, Linda (Feby Febiola) untuk menyelamatkan nyawa Daniel (Venly Arauna) anaknya yang kerasukan setan. Romo Rendra yang mengajak juniornya Romo Thomas (Jerome Kurnia) tak berani mengambil keputusan, karena ayah Daniel, Halim (Ferry Salim) yang dulu mantan sahabatnya, tapi sudah lama keduanya tak bertegur sapa. Tapi Sister Aloysia dan Linda bersikeras memintanya untuk mengesampingkan masalah pribadi. Walau ragu akhirnya Romo Rendra menerima untuk melakukan eksorsis untuk Daniel.

            Ketika mengetahui hal ini Halim yang kini menjadi pengusaha sukses langsung menentangnya, apalagi akibat hungunan masa lalu yang membuatnya sangat membenci Romo Rendra. Halim yakin bahwa peristiwa yang terjadi pada Daniel adalah peristiwa medis. Hingga ditemui banyak kejanggalan yang terjadi dan men-teror rumah Halim. Karena itu, Romo Rendra dan Romo Thomas diminta diam-diam melakukan eksosisme untuk selamatkan Daniel, walau keduanya sempat menemukan keraguan atas iman mereka saat menghadapi Rephaim yang merasuki Daniel. Sosok iblis dari masa lalu ini ternyata memiliki kekuatan yang tak mudah untuk dikalahkan.

            Seperti tertulis di atas, film “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” ini berkembang menjadi lebih baik. Selain kualitas gambar, dari sisi cerita yang memasukan nuansa mistis dan ilmu hitam lokal, membuat kisahnya semakin seru dan menarik. Ketegangan dan kengerian yang dihadirkan tak hanya dari munculnya sosok iblis yang men-teror, tapi juga bagaimana penulis membangun narasi / cerita dengan plot twist yang dihadirkan. Kekuatan latar belakang masing-masing tokoh turut memberi pengaruh positif pada kisah yang dibangun, apalagi didukung sosok Rizal Mantovani yang mampu memvisualkan dengan apik. Termasuk saat menampilkan wujud Rephaim yang cukup ikonik. Jajaran pemeran seperti Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, dan tentunya artis senior Lydia Kandou, juga memberikan kontribusi yang tak kalah kuatnya. Cerita yang menarik, visual yang apik menjadikan film sekuel ini menjadi naik kelas, jika dibandingkan dengan film sebelumnya. Wajib tonton untuk pecinta film bergenre horror. (sTr)

           

“Kuasa Gelap: Perjanjian Darah”

Genre              : Horror, Thriller

Sutradara         : Rizal Mantovani

Penulis             : Robert Ronny, Andri Cahyadi

Produser          : Robert Ronny. Prima Taufik

Exc. Produser  : Andi Boediman, Arya Setiadharma, Acha Septriasa, Jerome Kurnia, Steven Sugianto, Vicky Saputra, Nelson Mok

Pemeran           : Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, Faiz Vishal.

Production      : Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, Netzme Gateway.

Stls                  : 13 tahun

Durasi              : 117 Menit

Jadwal tayang : 8 Oktober 2026

 

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.