Mika Rafello Rilis “Temporal Sequence” Jajal Ezra Simanjuntak

 

Mika Raffelo ft. Ezra Simanjuntak (dok. Djakarta.Connection)

Jakarta, DJC - Musisi / gitaris dan songwiter memang banyak di panggung musik Indonesia. Tapi yang tampil solo sebagai seorang gitaris tidaklah banyak, lebih langka lagi jika sang gitaris sudah merilis single di usia belia. Adalah Mika Rafello, yang sempat menghebohkan publik musik negeri ini. Di usia yang belia 13 tahun (2021), gitaris / songwriter ini sudah merilis debut single-nya ‘Ketika aku Ketika’, dengan menggaet nama besar Roy Jeconiah sebagai featuring (sekaligus penulis lirik). Gebrakan ini-pun di apresiasi secara possitif. Bagaimana tidak, lagu ini diganjar nominasi dalam ajang AMI Award 2021 di kategori Produksi Metal Terbaik’. Sebuah debutan yang sukses menjadi bahan pembicaraan banyak kalangan.

           

Mika Rafello (dok. Djakarta.Connection)

Kecintaanya pada band gahar seperti Slipknot, Iron Maiden, Metallica, Megadeth, Pantera dan Gojira, membentuk karakter bermusiknya yang akhirnya memilih modern metal sebagai pijakan. Yang menarik, Mika bukanlah musisi yang belajar musik dari kecil seperti kebanyakan musisi pada umumnya. Bahkan lingkungan keluarga tidak memaksakan Mika untuk belajar musik secara khusus. Walaupun sang ayah, Imran St. Sati adalah seorang sound engineer yang banyak menangani band nasional seperti Boomerang, 7 Kurcaci, Sucker Head, Rotor, Trauma, Tengkorak, Ungu, Radja, Ada band, Dewi Sandra dan banyak lagi. Kebosanan saat masa pandemi karena harus diam di rumah, membuat Mika banyak tau hingga belajar musik lewat kanal YouTube, dan kemudian memperdalam permaian gitar dari media tersebut. Dalam waktu kurang 2 tahun, Mika tidak hanya bisa memainkan gitar, tapi juga bisa membuat komposisi lagu secara otodidak. Walaupun kepada Djakarta.Connection gitaris ini mengaku awalnya tidak begitu tertarik dengan dunia musik.

           

Jumpa Pers Launching 'Temporal Sequence' (dok. Djakarta.Connection)

Melihat bakat tersebut, sang ayah mendukung secara total. Termasuk mempertemukan dengan Roy Jeconiah, yang tanpa sengaja mendengar permainan Mika saat vokalis ini bertandang ke rumahnya. Keduanya bersepakat untuk berkolaborasi. Dari materi lagu yang sudah di buat oleh Mika (instrumental), kemudian Roy Jeconiah mengisi lirik dan notasi untuk lagu ‘Ketika aku Ketika’. Menurut vokalis ini, lirik yang ditulisnya bercerita tentang sosok Mika yang mengejutkan.

            Mika ternyata memiliki banyak lagu yang sudah diciptakan. Mencoba level yang lebih lebar, gitaris ini kembali merilis single kedua ‘Temporal Sequence’. Kali ini Mika hadir total sebagai seorang gitaris dengan musik instrumental, yang bisa mengakomodasi permainan gitarnya. Tidak tampil sendiri, Mika menggaet gitaris ‘ngebut’ Ezra Simanjuntak sebagai featuring. Kolaborasi dua gitaris metal beda generasi dengan karakter yang berbeda.

            Mengenai hal ini Mika menggungkapkan bahwa dia ingin menjajal permaian gitar shreed dari Ezra. Apalagi Ezra juga merupakan teman dekat sang ayah. “Om Ezra merupakan salah satu gitaris yang cukup dikenal. Saya ingin memadukan permaian gitar saya yang cenderung melodius, dengan permainan cepat om Ezra. Dengan dimensi sound yang sedikit beda, sehingga lagunya terkesan lebih kaya dan lebar.” Ungkap musisi ini saat jumpa pers peluncuran single ini (17/05/22) di The Rock Campus Tavern, bilangan Jakarta Selatan.

            Sedangkan Ezra mengungkapkan, di panggung musik nasional beberapa tahun terakhir tidak banyak guitar hero yang muncul. Menurutnya, munculnya Mika menjadi angin segar. “Menginjak 14 tahun, Mika adalah the real deal, bukan kaleng kaleng, dengan kemampuan membuat komposisi juga merekam sendiri karyanya. Saya sangat antusias ikut serta dalam project ini. Jadi saya menawarkan diri untuk berkolaborasi dengan Mika. Walaupun saya dikenal sebagai gitaris shreed, ternyata tidaklah mudah untuk bisa langsung berkolaborasi dengan karya Mika yang cenderung rumit dan tidak biasa. Diperlukan treatment khusus untuk itu, saya perlu beberapa kali take untuk dapat nuansa dan karakter permainannya. Dan hasilnya, cukup memuasakan.” Ungkap Ezra menjelaskan.

          

Mika Rafello ft Ezra Simanjuntak (dok. Djakarta.Connection)

  SingleTemporal Sequence’ menjadi bukti eksistensi gitaris yang harus rela untuk memotong rambut gondrongnya ini. “Bulan Juni depan saya masuk SMA, dan di sekolah saya melarang siswanya berambut gondrong. Walaupun kami pernah minta ijin untuk itu. Jadi ini kesempatan terakhir saya tampil dengan rambut panjang.” Jelas Mika.

            Pada acara peluncuran single ‘Temporal Sequence’ juga di hadirkan beberapa nara sumber yang teribat di perjalana karir Mika Rafello. Diantaranya Makki (Ungu), Roy Jeconiah, Ezra Simanjuntak, Carlos (AriaPro ll Indonesia) dan David Manof (video Creator). Tentu saja ada penampilan Mika Rafello live, dengan kolaborator Ezra Simanjuntak dan Roy Jeconiah. (sTr)

 

Diberdayakan oleh Blogger.