Survival Seorang Agen Rahasia di “KANDAHAR”


 Jakarta, DJC – Mengangkat kisah intelejen dalam film selalu menarik, khususnya bagi penyuka film action. Apalagi kasus seorang intelejen militer yang berada di zona perang. Hal ini yang diangkat di film “Kandahar” arahan sutradara Ric Roman Waugh dan naskah ditulis oleh Mitchell LaFortune. Nama Mitchell LaFortune adalah seorang mantan perwira intelijen militer yang menulis “Burn Run”, berdasarkan pada pengalamannya bekerja untuk Badan Intelijen Pertahanan dan dikerahkan ke Afghanistan pada tahun 2013 selama kebocoran Snowden. Naskah inilah yang akhirnya diangkat di film Kandaharyang dibintangi oleh Gerard Butler (sekaligus bertindak sebagai produser).

            Kisahnya memang seputar aksi intelejen di wilayah Iran hingga Afghanistan. Temtu saja sebagai mantan perwira intelijen militer, Mitchell LaFortune sangat paham seluk beluk peristiwa perang di wilayah tersebut. Kisah diawali saat Tom Harris (Gerard Butler) agen CIA, yang meretas stasiun rahasia senjata pemusnah masal di Iran sekaligus berhasil menghancukannya. Keberhasilan tugasnya ini melegakan Tom, karena bisa cepat pulang ke Amerika untuk hadir di acara wisuda putrinya.

Akan tetapi, hal ini tidak bisa cepat terlaksana, sebab dengan kesuksesannya tersebut Tom ditugaskan kembali untuk melanjutkan aksinya. Kali ini untuk menyabotase stasiun senjata rahasia di perbatasa Iran dan Afghanistan. Tentu saja dengan imbalan yang lebih besar, yang sulit untuk ditolaknya. Tom bergerak sendiri di wilayah Afghanistan, dan hanya dibantu oleh penduduk lokal sebagai penerjemah, Mo (Navid Negahban).

Saat akan melakukan tugas terakhirnya, ternyata penyamaran Tom terbongkar. Tom-pun, menjadi buronan yang paling dicari, dan kepalanya dihargai cukup tinggi. Baik dari pasukan intelejen Iran yang ingin balas dendam, pasukan ISIS hingga tentara Taliban yang berusaha memburunya hidup atau mati. Tom bersama Mo harus keluar dari wilayah tersebut menuju Kandahar. Mo yang awalnya hanya sebagai penerjemah, mau tidak mau ikut dalam konflik tersebut. Mo sebenarnya sudah lama meninggalkan Afghnistan, tapi datang kembali untuk menyelamatkan adik iparnya. Bersama Tom, Mo yang sama sekali tidak punya pengalaman berperang, berusaha selamat dari berbagai gempuran disekitarnya. Terutama dari incaran Kalil (Ali Fazal), seorang tentara profesional dari pihak Afghanistan.

Walaupun memotret kisah inteljen perang (sering diangkat dalam banyak judul film), naskah film ini termasuk luar biasa. Menampilkan kisah komplek, dimana masing-masing tokoh di film ini memiliki kisah pribadi yang penuh konflik, selain harus menghadapi perang nyata untuk bisa selamat. Bahkan film ini juga memotret hal yang jarang di expose, seputar gelombang style baratisme yang sudah melanda sebagian penduduk di negara berkonflik tersebut. Film ini juga tidak main-main secara produksi. Mengambil shooting di wilayah Arab Saudi, “Kandahar” juga kabarnya memakan biaya yang sangat besar. Akan tetapi cukup sebanding dengan hasilnya.

Akting Gerard Butler tentunya tidak diragukan lagi, sebagai agen CIA yang dingin, tetapi memiliki konflik keluarga yang rumit, Bahkan peran Ali Faizal sebagai pembunuh profesional yang flamboyan juga mampu menghadirkan kisah laga yang mencekam. Termasuk juga aksi Navid Negahban. Secara pilihan cast, film ini sepertinya memilih nama pemeran yang tepat.

Selain kisah yang menarik, tidak mudah ditebak (walaupun tidak terlalu berat), “Kandahar” juga cukup royal dalam memaksimalkan adegan. Berbagai ledakan, penghancuran kendaraan hingga konflik di tengah ramainya pasar, menjadi penguat cerita di film ini. Dari special effect hingga sisi cinematography juga menjadi hal yang sangat diperhatian dan ditayangkan dengan ditail. Pengambilan gambar dari beberapa sisi, temasuk lewat udara menghasilkan kualitas gambar yang sangat menarik dan terkesan dramatis, dan sanggup mempermainkan emosional penonton. Terutama saat adegan Tom dan Mo dikepung oleh pasukan yang memburunya, dengan berbagai ledakan, dan berondongan senjata yang sangat ditail. Satu lagi film bertema intelejen perang yang sangat sayang untuk dilewatkan. (sTr)

 


KANDAHAR

Genre Film                  : Action, Thriller

Produser                      : Brendon Boyea, Gerard Butler, Basil Iwanyk

Sutradara                     : Ric Roman Waugh

Penulis                         : Mitchell LaFortune

Cinematography          : MacGregor

Casts                           : Gerard Butler, Navid Negabhan, Ali Fazal, Bahador Foladi, Olivia-Mai Barrett, Nina Toussaint-White, Rebecca Calder, Ross Berkeley Simpson, Vassilis Koukalani, Hakeem Jomah, Tom Rhys Harrie

STLS                           : 17 th

PH                                           : Thunder Road Films, G-BASE, MBC Studios, Capstone Global

Distribusi                     : Open Road Films

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.