Album Ke-4 Still Virgin “For Two Decades” Tentang Pendewasaan

Still Virgin (istimewa)

 

Jakarta, DJC – Band asal Bojong Gedhe, Bogor ini masih bisa menujukan eksistesinya setelah melewati 2 dekade berkarya. Bahkan band pengusung pop punk ini barusaja melepas “Still Virgin For Two Decades” yang merupakan album studio mereka yang ke-4. Sebuah album yang menjadi tonggak penting bagi bagi perjalan bermusik Still Virgin, yang bisa bertahan sejauh ini. Proses perekaman album penuh setelah lebih dari satu dekade, menjadi momen yang sangat emosional sekaligus menyenangkan bagi para personelnya. Atmosfer rekaman terasa seperti reuni panjang yang penuh dengan energi baru.

            Melalui siran per-nya, Sammy mengungkapkan, “Senang banget bisa ngerasain vibes recording buat album lagi,” Hal senada juga disampaikan Arif yang menikmati proses rekaman kali ini setelah sekian lama tidak mengerjakan album penuh. Perjalanan panjang band ini juga tercermin dari perubahan cara mereka bekerja di studio. Jika pada masa awal berdiri di pertengahan 2000-an proses rekaman terasa lebih spontan “Yang penting distorsi dan langsung gas,” kenang Arif.

Tentu saja di perjalanan bermusik mereka, ada banyak hal baru yang mereka lakukan saat proses studio. Misalnya, kini mereka jauh lebih detail dalam memperhatikan kualitas sound, aransemen, dan produksi. Pengalaman selama bertahun-tahun membuat pendekatan mereka lebih matang tanpa meninggalkan energi pop punk yang menjadi akar musik Still Virgin.

Di album ini, memilih ‘Luinika’ sebagai focus track yang menjadi salah satu representasi kuat dari warna musikal band ini. Lagu ini memiliki makna yang cukup personal bagi beberapa personel, karena terinspirasi dari kisah keluarga dan anak. Tak heran jika proses rekamannya terasa berbeda secara emosional. Satriyo bahkan menyebut ‘Luinika’ sebagai salah satu lagu yang paling berkesan selama proses rekaman karena memiliki kedekatan cerita dengan kehidupan pribadinya.

Lagu ini juga menjadi salah satu yang paling sering disebut oleh para personel ketika diminta memilih lagu yang paling terasa “Still Virgin banget.” Dengan lirik yang jujur, melodi yang kuat, serta aransemen yang tetap membawa energi pop punk khas mereka, ‘Luinika’ menjadi titik temu antara identitas lama band ini dengan kedewasaan musikal yang mereka miliki sekarang.

Melalui album yang hadir dengan lagu andalan ‘Luinika’ dan ‘Temukan Aku’ di masing-masing side, Still Virgin kembali menegaskan satu pesan sederhana: mereka masih di sini, dan mereka masih akan terus bergerak maju. Kini, perjalanan baru tersebut juga diperkuat dengan bergabungnya Still Virgin di bawah naungan SOEX Studios, yang menjadi rumah baru bagi karya-karya mereka ke depan. (sTr)

Diberdayakan oleh Blogger.