Kolaborasi Kiv x Hasta Hadirk Pop Alternaive di “Berhenti Membalas”
![]() |
| Kiv x Hasta (istimewa) |
Jakarta, DJC – Berkolaborasi
antar musisi, menjadi sebuah hal yang wajar di industri musik. Seperti saat KIV
berkolaborasi dengan Hasta dan menghasilkan single
terbaru bertajuk ‘Berhenti Membalas’
yang resmi dirilis pada 20 Agustus 2026b lalu. Lagu yang berkisah tentang seseorang
yang akhirnya memilih keluar dari hubungan dan komunikasi yang terus berubah
menjadi perdebatan ini dirilis dibawah naungan Asian Gorilla, sebuah Creative Music Collective dari
Indonesia. Kolaborasi ini menampilkan nuansa pop alternaive yang terasa fresh di perjalan karir bermusik
keduanya.
Lagu ini berusaha menangkap sebuah
situasi yang mungkin terasa dekat bagi banyak orang: ketika komunikasi yang
awalnya dibangun untuk saling memahami perlahan berubah menjadi ajang saling
menyerang, mencari pembenaran, dan mempertahankan ego masing-masing. Mengakhiri
sebuah hubungan, dengan alasan karena menyadari bahwa terus mencoba
mempertahankannya hanya akan menambah luka.
Melalui dua perspektif vokal yang
muncul sepanjang lagu, KIV dan Hasta membawa pendengar masuk ke dalam dinamika
tersebut. Ada rasa frustrasi, kebingungan, sampai kejenuhan terhadap percakapan
yang seolah tidak pernah benar-benar selesai. Namun,
alih-alih membawa cerita tersebut menuju rekonsiliasi, ‘Berhenti Membalas’ justru memilih satu keputusan yang sederhana
namun sulit dilakukan: berhenti merespons dan mengakhiri siklusnya. Pada
bagian chorus menjadi
titik perubahan dalam cerita. Setelah berulang kali mencoba bertahan dan
memahami, karakter dalam lagu akhirnya menyadari bahwa menjaga jarak terkadang
menjadi satu-satunya cara untuk kembali bernapas.
Cerita di lagu ini juga menjadi
gambaran tentang fenomena komunikasi dalam hubungan hari ini, ketika satu pesan
dapat berubah menjadi perdebatan panjang dan keinginan untuk mendapatkan
respons sering kali membuat seseorang terus berada dalam hubungan yang
sebenarnya sudah selesai. Pada akhirnya, lagu ini membawa satu kesimpulan
sederhana: terkadang respons terbaik adalah tidak lagi membalas. (sTr)

Post a Comment