Rilis ‘Dance Dance Dance!’ Barry Can’t Swim Terinspirasi Era Keemasan French Touch

Barry Can’t Swim (istimewa)


Jakarta, DJCMusisi, DJ sekaligus produser kelahiran Edinburgh ini terhitung cukup eksis di industri musik global. Baru saja Barry Can't Swim melepas single terbaru bertajuk ‘Danec Dance Dance!’ yang tampil lebih smooth dan sedikit berbeda jika dibandingkan dengan single yang telah dirilis sebelumnya. Sebuah single yang terinspirasi dari era keemasan era French touch. Dimana kali ini produser asal Skotlandia tersebut melangkah lebih jauh dari dunia klub menuju wilayah yang lebih flamboyan, memadukan synth yang berkilau, keytar yang playful, dan vokal Prancis yang euforik untuk menghadirkan evolusi baru dari sound-nya. Apalgi saat ini produser ini bekerjassama dengan Atlantic Records, yang menampilkan energi terbaru dari rilisan musiknya. Lagu ini hadir setelah rangkaian aktivitas seru di Amerika Serikat yang membawa Joshua Mainnie - sosok di balik nama Barry Can’t Swim - berjalan di runway SS27 milik KidSuper di Miami, dinobatkan sebagai ‘Juara Piala Dunia’ Skotlandia untuk laga Skotlandia lawan Brasil, tampil back-to-back bersama DJ asal Brasil, Mochakk, di Club Space yang legendaris di Miami, serta menggemparkan jalanan Brooklyn lewat pesta pop-up dadakan.

Diperjalanan karir bermusiknya, Barry Can’t Swim telah memantapkan posisinya sebagai salah satu sosok penting di skena musik elektronik, dengan tiket yang terjual habis di berbagai headline show-nya di seluruh dunia sekaligus tampil memukau di festival-festival internasional besar. Tahun lalu, ia menjadi headliner sekaligus kurator All Points East di London, menghadirkan edisi bersejarah yang langsung dianggap sebagai salah satu hari paling ikonik dalam sejarah festival tersebut. Awal tahun ini, produser dan DJ ini telah menyumbangkan rilisan pertamanya dalam lima tahun terakhir untuk seri ‘Late Night Tales’ yang bergengsi, sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-25 seri tersebut. Selain rilisannya sendiri, termasuk album debut tahun 2023 yang masuk nominasi Mercury Prize, ‘When Will We Land?’, ia juga dikenal sebagai kurator terkemuka di dunia musik elektronik lewat labelnya, Earth’s Only Paradise - mengangkat nama-nama baru seperti O’Flynn, SHEE, dan Sam Alfred - sekaligus menjadi kurator untuk Warehouse Project di Manchester.

Dengan dirilisnya single terbarunya tersebut, semakin memantapkan namanya di industri musik elektronik dunia. Barry Can’t Swim juga telah mempersipakan rangkaian pertujukan di berbagai wilayah, sebagai promosi untuk rilisan terbarunya tersebut. Bahkan kabarnya Barry Can’t Swim juga telah mempersiapkan beberapa single lagi beberapa waktu ke depan bersama Atlantic Records.(sTr)

 



Diberdayakan oleh Blogger.