Beberapa Musisi Bentuk Portura, Dean Perkenalkan “Frames”
| Portura (istimewa) |
Jakarta, DJC – Beberapa musisi bergabung dan akhirnya membetuk band baru, tentu menjadi sesuatu yang spesial. Apalagi para musisi ini sudah cukup dkenal dan masih eksis di pentas musik tanah air. Adalah Iga Massardi, Fathia Izzati, John Paul Patton, Enrico Octaviano dan Bilal Indrajaya yang awalnya disatukan dalam satu proyek jangka pendek berbentuk live performance, namu justru mereka menemukan kecocokan dalam kolaborasi ini, dan akhirnya sepakat membentuk band utuh bernama Portura. Tak menunggu lama, band yang memilih genre rock alternatif ini langsung melepas debut bertajuk “Frames” yang merupakan mini album berisikan lima buah nomor orisinil, termasuk single pembuka ‘Ye Ye Ye’ yang sudah lebih dahulu dirilis pada bulan September lalu.
Debut EP brtajuk “Frames” ini, menjadi lahan eksplorasi mereka dari proyek
masing-masing dengan semangat untuk meretas batas yang mereka miliki. Sementara
untuk penulisan lirik dan isi yang ingin disampaikan dalam album ini, mereka
memilih untuk lebih jujur kepada apa yang sedang mereka rasakan pada
masing-masing personil. Hal-hal meliputi, isu-isu sosial, keresahan-keresahan
yang ada di sekitar kita, dan bagaimana kita bertahan dalam situasi yang ada,
menjadi landasan terciptanya album ini.
Melalui siaran pers-nya,
Enrico mengungkapkan, “Proses
kreatifnya nggak terlalu banyak berfokus pada konsep, kita coba menulis apa
yang mau kita tulis dan rasakan. Kalau ditanya apa benang merahnya, justru benang
merahnya ada sisi eksplorasi kita, dan berusaha jujur sama apa yang mau
disampaikan. Selebihnya tinggal
pendengar yang menilai, Portura grup musik seperti apa.”
Lima track
di mini album ini antara lain, ‘Ye Ye Ye’,
‘Deru’, ‘L’existence’, ‘Falling Off/Tangguh’, dan ‘Koma’, lahir dari inisiasi dan proses yang berbeda-beda. Beberapa
nomor datang dari demo atau cerita yang sudah dibawa salah satu personel,
beberapa lainnya langsung dimasak bersama dari nol. Proses tersebut menciptakan
nuansa rock/alternatif yang segar. Lewat “Frames”,
Portura tidak berusaha menjanjikan hal-hal tertentu atau memenuhi ekspektasi
para pendengarnya. Portura hanya berusaha berbagi perspektif yang mereka yakini
lewat medium berkarya lain dari yang biasa mereka kerjakan. (sTr)
Post a Comment